Pendukung New York Knicks melakukan selebrasi usai Gim 4 Final NBA(AFP/CHARLY TRIBALLEAU )
KEMERIAHAN luar biasa melanda jalanan Manhattan hingga bar-bar di Santa Monica. Namun, sorak-sorai tersebut bukan ditujukan untuk menyambut kick-off Piala Dunia 2026 nan sudah di depan mata. Warga Amerika Serikat saat ini justru sedang terbius oleh drama Final NBA, saat New York Knicks mencatatkan comeback berhistoris melawan San Antonio Spurs.
Fenomena ini menjadi pengingat nyata bagi FIFA dan penyelenggara turnamen mengenai tantangan besar sepak bola di 'Negeri Paman Sam'. Meskipun AS kembali menjadi tuan rumah setelah sukses jenis 1994, sepak bola tetap kudu berjuang keras merebut hati publik nan lebih mencintai bola basket dan American Football.
Bayang-bayang NBA Finals
Di New York, atmosfer Piala Dunia sebenarnya mulai terasa lewat kereta bawah tanah nan dihias warna tim nasional dan wajah Lionel Messi nan terpampang di Times Square. Namun, konsentrasi penduduk teralihkan lantaran Knicks memimpin 3-1 atas Spurs dan berkesempatan meraih gelar juara nasional pertama mereka sejak 1973 pada Sabtu mendatang.
"Sejujurnya, saya tidak mengikuti apa pun tentang Piala Dunia. Saya tidak peduli perihal lain selain Knicks," ujar seorang fans kepada BBC Sport di New York.
Sentimen serupa muncul di Los Angeles, saat beberapa penduduk lokal apalagi tidak menyadari bahwa turnamen sepak bola terbesar sejagat bakal segera dimulai di kota mereka.
Jadwal Pembuka Timnas AS:
Amerika Serikat vs Paraguay
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 BST (Waktu Setempat)
Kendala Harga Tiket nan Fantastis
Selain persaingan dengan olahraga lain, rumor nilai tiket menjadi penghalang utama bagi penduduk lokal untuk terlibat langsung. Harga tiket termurah untuk laga pembuka Amerika Serikat dilaporkan mencapai US$1.120 (sekitar Rp18,3 juta).
"Kami sangat menyukai sepak bola, tapi kami bakal menonton dari rumah. Harga tiket dan ketersediaannya adalah persoalan lain," ungkap Chris, seorang ayah dari family fans sepak bola di Los Angeles. Tingginya biaya ini membikin banyak family merasa terpinggirkan dari seremoni di stadion.
Harapan pada Generasi Muda
Meski demikian, optimisme tetap ada. Larry Freedman, ketua berbareng Komite Tuan Rumah Piala Dunia Los Angeles, meyakini antusiasme bakal meledak seiring berjalannya turnamen. Generasi muda Amerika juga menunjukkan kesukaan nan lebih besar dibandingkan saat AS menjadi tuan rumah 32 tahun silam.
Keberhasilan Timnas AS di lapangan hijau bakal menjadi kunci utama. Semakin jauh langkah The Stars & Stripes dalam turnamen ini, semakin besar kesempatan sepak bola untuk meninggalkan warisan permanen di Amerika Serikat, mengulang kesuksesan transformasi budaya olahraga nan dimulai pada 1994. (bbc/Z-1)
| New York / New Jersey | New York New Jersey Stadium (MetLife) |
| Los Angeles | SoFi Stadium |
| Boston | Gillette Stadium |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·