Tantangan Literasi Gizi di Pringsewu: Memilih Susu bukan Sekadar Rasa

Sedang Trending 54 menit yang lalu
 Memilih Susu bukan Sekadar Rasa Ilustrasi(magnific)

AKSES terhadap produk susu di Pringsewu, Lampung, tergolong mudah. Berbagai jenis susu, mulai dari susu pertumbuhan hingga susu UHT, tersedia luas di pasaran. Namun, kemudahan akses ini rupanya belum berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat mengenai jenis susu nan tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Kurangnya literasi membikin sebagian orangtua tetap memilih produk berasas kebiasaan, preferensi rasa anak, alias info dari lingkungan sekitar, bukan berasas kebutuhan nutrisi. Padahal, setiap jenis produk susu mempunyai peruntukan usia dan kandungan gizi nan berbeda secara signifikan.

Kendala Literasi dan Kebiasaan Rasa Manis

Bidan Desa Blitar Rejo, Catur Yuli Megawati, mengungkapkan bahwa tantangan utama pembenahan gizi di wilayahnya bukanlah aspek ekonomi, melainkan rendahnya literasi gizi. Salah satu hambatan nan sering ditemui adalah ketergantungan anak-anak pada minuman dengan rasa manis.

"Kalau dikasih susu biasa, banyak nan tidak mau. Akhirnya kami cari langkah lain, misalnya dibuat puding agar anak-anak tetap mau mengonsumsinya," ujar Catur.

Ia menekankan bahwa edukasi gizi tidak boleh berakhir pada rayuan memberikan susu, tetapi juga kudu mencakup pemahaman produk nan sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Kesalahan Teknis nan Berdampak pada Nutrisi

Persoalan literasi juga menyentuh aspek teknis penyajian. Eka Saryati, seorang penduduk Desa Blitar Rejo, berbagi pengalamannya saat memberikan susu pertumbuhan kepada anaknya nan tidak mendapatkan ASI. Selama ini, dia melakukan kesalahan dalam proses penyeduhan nan berisiko menghilangkan nutrisi penting.

Eka terbiasa memasukkan serbuk susu terlebih dulu baru kemudian air, padahal urutan nan betul adalah sebaliknya. "Saya baru tahu jika langkah menyeduh saya salah ternyata," tuturnya.

Beruntung, setelah mendapatkan pengarahan dari kader kesehatan setempat, dia memperbaiki langkah penyajian tersebut dan sekarang pertumbuhan anaknya menunjukkan kemajuan positif.

Tabel: Perbedaan Karakteristik Produk Susu dan Kental Manis

Aspek Susu Pertumbuhan/UHT Kental Manis
Fungsi Utama Sumber gizi pertumbuhan anak Pelengkap sajian/toping
Kandungan Gula Terkontrol sesuai standar gizi Sangat tinggi (sebagai pengawet alami)
Sumber Kalori Protein, Lemak, Vitamin, Mineral Dominan Karbohidrat/Gula

Perubahan Persepsi Mengenai Kental Manis

Ketua PW Aisyiyah Lampung, Pristi Wahyu Diawati, mencatat adanya pergeseran positif dalam pemahaman masyarakat. Melalui edukasi berkelanjutan, penduduk mulai menyadari bahwa kental manis bukanlah produk susu nan mendukung pertumbuhan anak.

"Dulu banyak nan menganggap susu kental manis itu memang susu untuk pertumbuhan. Sekarang pemahamannya sudah mulai berubah, tetapi edukasi tetap kudu dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan," jelas Pristi. Ia menambahkan bahwa pendampingan tetap diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh persepsi lama di lingkungan mereka.

Senada dengan perihal tersebut, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr. Lovely Daisy, menegaskan bahwa kental manis tidak disusun sebagai sumber gizi utama bagi balita. Kandungan gula nan tinggi pada produk tersebut berfaedah sebagai pengawet alami agar mempunyai masa simpan nan lama.

“Gula ini sengaja ditambahkan sebagai pengawet alami agar produk mempunyai masa simpan nan lama, sehingga sebagian besar kalori nan dihasilkan oleh kental manis berasal dari karbohidrat alias gula," pungkas dr. Lovely. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia