Tanpa Disadari, Cara Nyetir Ini Bikin BBM Kamu Boros

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Harga daya nan naik turun membikin efisiensi pemakaian bahan bakar menjadi krusial bagi para pengguna kendaraan, baik mobil maupun motor. Cara paling efektif untuk menghemat bahan bakar sebenarnya sederhana, ialah dengan menerapkan style berkendara nan baik.

Praktisi dan edukator otomotif, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa besar kecilnya konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh style berkendara pengemudi. Berkendara secara sembrono bakal membikin bahan bakar lebih sigap habis.

"Jadi sebetulnya teknik menyetir kendaraan itu kembali lagi kepada penggunanya. Teorinya adalah 'more power, more energy'. Jadi semakin besar tenaga nan dikeluarkan, maka semakin besar daya nan digunakan," kata Rifat dalam aktivitas PertaminaTalk di Menara Bank Mega, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan prinsip tersebut, menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah dengan kecepatan optimal merupakan langkah dasar. Semakin tinggi tenaga nan dikeluarkan mesin, maka semakin besar pula daya nan digunakan.

Dalam perihal ini, penggunaan gigi nan tepat pada kendaraan manual dapat membantu menurunkan putaran mesin. Kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi justru membikin konsumsi BBM menjadi lebih boros.

"Misalnya kita berkendara dengan kecepatan 40 km/jam. Pada mobil manual, gigi 1 bisa mencapai 40 km/jam, tetapi RPM-nya bisa 7.000. Padahal dengan gigi 2 bisa di 3.000 RPM, apalagi gigi 3 bisa di 2.000 RPM. Artinya, semakin rendah putarannya, maka pergerakan menjadi lebih efisien," jelasnya.

Selain itu, menjaga laju kendaraan tetap stabil juga krusial untuk menghemat bahan bakar. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan hindari perubahan kecepatan nan terlalu sering.

Cara ini membantu mesin bekerja lebih ringan, terutama saat melakukan percepatan setelah menurunkan kecepatan, sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih hemat.

"Misalnya pengguna motor matik. Pemborosan biasanya terjadi saat hentakan gas dilakukan secara mendadak, seperti saat mengejar lampu merah," ujarnya.

"Intinya, pemborosan daya terjadi ketika kita tidak bisa menjaga konsistensi kecepatan. Kadang pelan, lampau kencang, lampau pelan lagi," tegas Rifat.

Untuk itu, dia menganjurkan pengendara untuk mengemudi secara lembut dan mengalir saat menginjak pedal gas agar konsumsi BBM lebih efisien. Menjaga jarak kondusif dan menghindari style berkendara stop-and-go nan terlalu sering juga membantu menghemat bahan bakar.

"Pemborosan itu terjadi saat stop and go. Contohnya, ketika mobil dalam kondisi tak bersuara lampau mulai bergerak, tenaga nan dibutuhkan lebih besar. Namun setelah kendaraan berjalan, beban terasa lebih ringan. Nah, itulah daya besar nan terpakai di awal," terang Rifat.

"Itulah kenapa menjaga jarak antar kendaraan itu penting. Agar saat mengerem tetap ada ruang untuk kembali berakselerasi tanpa kudu berakhir total. Hindari dead stop lantaran di situlah pemborosan terjadi," pungkasnya.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance