Banjir nan dipicu oleh hujan lebat telah menyebabkan beberapa waduk runtuh, menenggelamkan lahan pertanian dan rumah-rumah di pedesaan selatan Aleppo, Suriah. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
Salah satu letak nan paling parah terkena akibat adalah Bendungan al-Siha di sungai Qweiq, tanggul tanah nan telah mengalami jebolan berulang kali sejak pertengahan Maret 2026. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
Runtuhnya waduk tersebut telah membanjiri lebih dari 560 hektar lahan pertanian dan menenggelamkan puluhan rumah di desa-desa terdekat, kata pengurus distrik di Pedesaan Aleppo Selatan, Mohamed al-Ali dikutip dari Reuters. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
Hamparan lahan nan luas tergenang air nan juga mengelilingi rumah-rumah. Para petani terlihat mengisi karung-karung dengan tanah untuk memperkuat penghalang dalam upaya melindungi sisa tanaman mereka. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
"Kami telah menderita kerugian materi dan tidak bisa lagi bayar lebih lanjut. Situasinya lebih tragis," kata petani Suriah, Saleh al-Jasem. (REUTERS/Mahmoud Hassano)
Pemerintah telah mengambil langkah-langkah darurat untuk mengatasi kerusakan, kata Al-Ali, dan pihak berkuasa telah menghubungi organisasi internasional untuk mendukung upaya kompensasi, tambahnya.(REUTERS/Mahmoud Hassano)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·