PLN Percepat Penandatanganan Kontrak Batu Bara dengan Para Pemasok

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Direktur utama PLN, Darmawan Prasodjo, gelar apel siaga kelistrikan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di instansi pusat PLN, Jakarta, Selasa (20/12/2022). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

PT PLN (Persero) terus melakukan langkah untuk mempercepat pasokan batu bara tingkat kandungan kalori menengah Medium Rank Coal (MRC). Untuk itu, PLN sekarang tengah mempercepat penandatanganan perjanjian batu bara dengan para pemasok.

Hal ini merupakan salah satu langkah untuk mengatasi hambatan pasokan batu bara untuk pembangkit, nan berakibat pada penyediaan listrik di Pulau Jawa.

“Kami juga mempercepat proses penandatanganan perjanjian kepada para pemasok batu bara, terutama Medium Rank Coal nan sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam konvensi pers, Jumat (19/6) malam.

Selain itu, dia juga mengapresiasi para pemasok batu bara nan sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah nan sudah menandatangani perjanjian dengan PLN maupun pembangkit mitra PLN.

Dengan diatasinya persoalan pasokan batu bara MRC tersebut, Darmawan juga berambisi agar proses penyediaan listrik bisa kembali lancar.

“Dengan alokasi medium rain coal alias batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah dan juga pengarahan dari Bapak Menteri ESDM, PLN bakal melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa melangkah dengan lancar,” ujarnya.

Di samping itu, dengan adanya pemadaman listrik bergilir nan sudah terjadi di Pulau Jawa, Darmawan sekarang memastikan pasokan MRC sudah disalurkan dan mulai mengalir ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik Mitra.

“Di antaranya untuk di Jawa Bagian Barat ialah PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. Dan untuk PLTU di Jawa Bagian Timur diantaranya PLTU Paiton 1 dan 2,PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan,dan PLTU Tanjung Awar-Awar,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui ada hambatan pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini, nan baru terkontrak 134 juta ton, sehingga kurangnya 18-20 juta ton

Bahlil mengatakan, tetap ada kebutuhan pasokan batu bara kalori menengah 5.200 kcal/kg GAR selama Juni 2026, nan tengah dicari solusinya melalui pembentukan tim pengadaan lintas sektor.

Dalam rangka memastikan koordinasi, kerja sama dan kepastian pasokan untuk PLN, Bahlil membentuk tim pengadaan nan mencakup Direktur Jenderal Minerba, Inspektur Jenderal ESDM, BPKP, berbareng PLN.

"Kita mau mau tahu agar tidak ada masalah di teknis, jangan peralatan sudah ada, ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN, tapi jika tidak dieksekusi, kan, enggak nyampe di power plant dan ini dibutuhkan kerjasama kerja sama dan transparansi termasuk nilai ini semua dalam rangka pertanggungjawaban moral," tuturnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan