Tanggapi Kritik Program MBG, Wamenperin Sebut Presiden Prabowo Perintahkan Perbaikan Menyeluruh

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Tanggapi Kritik Program MBG, Wamenperin Sebut Presiden Prabowo Perintahkan Perbaikan Menyeluruh Siswa antre mengambil makanan secara prasmanan dalam uji coba penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).(ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)

WAKIL Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nan mulia dan krusial dari perspektif pandang filosofis serta tanggungjawab negara terhadap golongan rentan. Kendati demikian, pemerintah saat ini tengah melakukan pertimbangan menyeluruh, termasuk mengalkulasi ulang beban fiskal nan ditanggung oleh anggaran negara.

Faisol mencermati bahwa beragam kritik nan dialamatkan publik selama ini bukan menyasar pada tujuan mulia dari program tersebut, melainkan lebih menyoroti aspek manajemen operasional di lapangan. Hal itu mencakup tata kelola distribusi, proses pelaksanaan, hingga verifikasi kualitas makanan nan diterima anak-anak.

"Saya percaya apalagi nan mengkritik pun mungkin merasa bahwa pada dasarnya MBG bukan program nan salah, tetapi mungkin nan dilihat selama ini adalah pengelolaan pengelolaan nan dilihat selama ini adalah manajemennya tata kelola, prosesnya kemudian verifikasinya kualitasnya, dan seterusnya," ujar Faisol Riza dalam tayangan podcast di kanal YouTube Hendri Satrio Official, nan dikutip Selasa (23/6/2026).

Merespons dinamika tersebut, Faisol menyambut baik langkah taktis Presiden Prabowo Subianto nan telah menginstruksikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) nan baru, Nanik S. Deyang, untuk melakukan pembenahan total pada sistem manajemen program nasional ini.

"Sekarang Presiden sedang menugaskan kepala BGN nan baru untuk memperbaiki seluruhnya, mengevaluasi, termasuk adalah misalnya beban fiskal nan kemudian ditanggung oleh negara," jelas Faisol.

Ia menambahkan, pertimbangan ini dilakukan bukan untuk menghentikan program, melainkan demi memastikan efisiensi anggaran negara melangkah pararel dengan ketepatan sasaran di akar rumput.

"MBG tentu bakal dievaluasi, tapi bahwa program MBG itu adalah program nan krusial sekali itu buat kita itu saya kira enggak ada terlalu banyak perdebatan," lanjutnya.

Selain menyoroti masalah beban fiskal dan manajemen mikro, Faisol menggarisbawahi pentingnya melakukan penyesuaian serta diversifikasi menu makanan secara berkala. Formulasi ragam asupan nutrisi kudu diselaraskan dengan kebutuhan gizi kontemporer anak-anak di era sekarang, nan berbeda dengan pola konsumsi masa lalu.

Pemerintah berambisi melalui ragam menu nan kaya nutrisi dan higienis, program ini dapat secara efektif mengintervensi fase pertumbuhan bentuk dan kepintaran intelektual generasi penerus bangsa.

"MBG dengan ragam menu nan sudah dibuat untuk anak-anak pasti bakal sangat berfaedah di masa-masa pertumbuhan mereka," pungkas Faisol.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia