Tanda-Tanda Overdosis Parasetamol: Gejala Awal hingga Fase Kritis

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Gejala Awal hingga Fase Kritis Ilustrasi, indikasi overdosis parasetamol.(Dok. Magnific)

PARASETAMOL adalah obat pereda nyeri dan penurun demam nan paling umum digunakan di dunia. Namun, di kembali profil keamanannya nan tinggi, parasetamol mempunyai periode pemisah dosis nan ketat. Overdosis parasetamol (asetaminofen) adalah salah satu penyebab paling umum dari kegagalan hati akut secara global. Kondisi ini sering kali berkarakter menipu lantaran indikasi serius mungkin tidak langsung muncul sesaat setelah konsumsi berlebih.

Memahami tanda-tanda overdosis sangat krusial lantaran intervensi medis nan sigap dapat menyelamatkan nyawa. Berikut adalah tahapan indikasi nan biasanya terjadi pada kasus overdosis parasetamol.

Fase Gejala Overdosis Parasetamol

Gejala overdosis parasetamol biasanya berkembang dalam empat fase klinis. Penting untuk dicatat bahwa seseorang mungkin tidak merasakan indikasi apa pun pada jam-jam pertama setelah mengonsumsi dosis berlebih.

1. Fase Awal (0–24 Jam Pertama)

Pada tahap ini, indikasi sering kali berkarakter umum dan mirip dengan penyakit ringan lainnya, sehingga sering diabaikan:

  • Mual dan muntah nan terus-menerus.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Keringat berlebih (diaphoresis).
  • Rasa lemas alias malaise umum.
  • Pucat pada kulit.

2. Fase Latensi (24–72 Jam)

Ini adalah fase nan paling rawan lantaran penderita sering kali merasa "membaik" secara fisik, padahal kerusakan hati mulai terjadi secara internal. Tanda-tandanya meliputi:

  • Nyeri alias rasa tidak nyaman di perut kanan atas (lokasi organ hati).
  • Penurunan gelombang buang air kecil.
  • Peningkatan kadar enzim hati dalam darah (hanya dapat diketahui melalui tes laboratorium).

3. Fase Kerusakan Hati Akut (72–96 Jam)

Jika tidak ditangani, kondisi bakal memburuk secara drastis. Gejala kandas hati mulai terlihat jelas:

  • Jaundice: Menguningnya kulit dan bagian putih mata.
  • Ensefalopati: Kebingungan mental, disorientasi, alias penurunan kesadaran akibat racun nan mencapai otak.
  • Gangguan pembekuan darah (mudah memar alias berdarah).
  • Gagal ginjal akut dalam beberapa kasus.
  • Hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah).

4. Fase Pemulihan alias Kegagalan Organ (4 Hari ke Atas)

Pasien nan sukses melewati fase ketiga bakal mulai mengalami pemulihan jaringan hati secara perlahan. Namun, pada kasus nan parah tanpa pengobatan, kondisi ini dapat berujung pada kegagalan organ multipel dan kematian.

Dosis maksimal untuk orang dewasa sehat umumnya adalah 4.000 mg (4 gram) dalam 24 jam. Mengonsumsi lebih dari dosis ini, alias mengonsumsi dosis tinggi berbareng alkohol, sangat meningkatkan akibat toksisitas hati.

Perbedaan Gejala Overdosis Parasetamol Ringan vs Berat

Kategori Gejala nan Muncul
Overdosis Ringan/Awal Mual, muntah, pucat, lemas, keringat dingin.
Overdosis Berat/Lanjut Mata kuning, nyeri perut hebat, kebingungan, urin gelap, perdarahan spontan.

Apa nan Harus Dilakukan Jika Terjadi Overdosis?

Jika Anda alias seseorang nan Anda kenal diduga mengonsumsi parasetamol melampaui dosis anjuran, jangan menunggu indikasi muncul. Segera lakukan langkah berikut:

  1. Hubungi Layanan Darurat: Segera bawa ke instalasi darurat gawat (IGD) rumah sakit terdekat.
  2. Bawa Kemasan Obat: Tunjukkan bungkusan obat kepada petugas medis untuk membantu mereka menghitung jumlah dosis nan terkonsumsi.
  3. Jangan Menginduksi Muntah: Kecuali atas petunjuk tenaga medis profesional.
  4. Pemberian Antidotum: Di rumah sakit, master mungkin bakal memberikan N-acetylcysteine (NAC), obat penawar nan sangat efektif jika diberikan dalam 8 jam pertama setelah overdosis.

(H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia