Arief Setyadi
, Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |12:17 WIB

Tambang emas terlarangan longsor di Kolombia (Foto: AP)
KOLOMBIA — Sebanyak 14 orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat longsor nan meruntuhkan tambang emas terlarangan di barat daya Kolombia. Pihak berkuasa setempat mengonfirmasi jumlah korban tersebut saat operasi pencarian dan pengamanan nyaris selesai.
Peristiwa tragis nan terjadi di area pedesaan Chambero, wilayah administratif Santa Barbara de Iscuande, Provinsi Narino, berbatasan dengan Ekuador. Jumlah korban tewas itu dikonfirmasi Sekretaris Perdamaian dan Keamanan Narino, Alex Gonzalez, kepada jaringan televisi Caracol sebagaimana dilansir TRT, Selasa (20/10/2026).
Ia juga menyatakan upaya pencarian korban selamat lainnya telah dihentikan. Sementara rekaman video nan beredar di media sosial memperlihatkan penduduk setempat berbareng sebuah ekskavator mengevakuasi jenazah dari letak tambang nan runtuh. Jenazah kemudian dipindahkan ke perahu kayu di sungai nan berada di dekat letak kejadian.
Proses penanganan musibah menghadapi hambatan lantaran letak tambang berada di wilayah terpencil dengan medan nan susah dijangkau. Keberadaan golongan bersenjata terlarangan nan tetap aktif di wilayah tersebut turut menghalang upaya tim tanggap darurat, menurut instansi gubernur setempat.
Provinsi Narino memang dikenal sebagai salah satu wilayah nan menghadapi persoalan penambangan emas ilegal. Kelompok bersenjata di area itu dilaporkan mengendalikan perdagangan emas terlarangan sekaligus terlibat dalam perdagangan narkotika dan praktik pemerasan.
Bahkan, penduduk Santa Barbara de Iscuande juga dilaporkan pernah mengalami pembunuhan nan diduga dilakukan geng bersenjata. Para korban disebut menjadi sasaran lantaran dicurigai mencuri emas alias bekerja sama dengan abdi negara keamanan negara maupun golongan pesaing.
Kecelakaan pertambangan tetap kerap terjadi di wilayah pedesaan Kolombia ditengarai aktivitas pertambangan tanpa pengawasan memadai. Hal ini meningkatkan akibat kecelakaan lantaran minimnya struktur pengaman dan prasarana keselamatan darurat. Tragedi terbaru ini menambah daftar kecelakaan tambang mematikan di Provinsi Narino. Pada Agustus lalu, kejadian serupa di Kota Policarpa dilaporkan menewaskan 13 orang.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·