Serangan Iran Hancurkan 24 Fasilitas Militer AS, Nilai Kerusakan Capai Rp271 Triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Serangan Iran Hancurkan 24 Fasilitas Militer AS, Nilai Kerusakan Capai Rp271 Triliun

Gedung Pentagon.

NEW YORK — Serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran telah menyebabkan kerusakan senilai hingga USD15 miliar (sekitar Rp271,90 triliun) pada instalasi militer nan menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di seluruh Timur Tengah. Demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat (30/10/2026) dengan mengutip sejumlah sumber serta kajian gambaran satelit mereka sendiri. Kehancuran masif ini menambah beban biaya perang nan kudu ditanggung Pentagon, nan sekarang telah mencapai nyaris USD50 miliar (sekitar Rp906,35 triliun).

Analisis surat berita tersebut mengidentifikasi total 274 gedung nan mengalami kerusakan di 24 instalasi nan menampung militer Amerika. Setidaknya 119 gedung di 13 instalasi mengalami kerusakan hanya dalam dua minggu pertama; markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain termasuk salah satu letak nan paling parah terdampak. Teheran melancarkan gelombang serangan jawaban menyusul tindakan militer tanpa provokasi dari pihak AS dan Israel nan memicu bentrok tersebut pada 28 Februari.

Seorang pejabat AS nan tidak disebutkan namanya dan mengetahui masalah ini mengatakan kepada WSJ bahwa Pentagon memperkirakan kerusakan pangkalan militer akibat serangan Iran—yang menjadi semakin jeli seiring dengan eskalasi konflik—mencapai setidaknya USD5 miliar (sekitar Rp90,63 triliun). Sumber lain menyebut bahwa nomor tersebut berpotensi mencapai hingga USD15 miliar (sekitar Rp271,90 triliun).

Laporan tersebut menyebut bahwa banyak akomodasi digunakan berbareng dengan sekutu regional Washington, nan berfaedah mereka mungkin dapat menanggung sebagian biaya kerusakan. Selain itu, Pentagon juga dikabarkan bisa saja memilih untuk tidak memulihkan beberapa prasarana nan rusak sama sekali.

Secara khusus, Washington dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menarik diri dari fasilitas-fasilitasnya di Kuwait dan Arab Saudi agar personel mereka berada di luar jangkauan serangan. Sebelumnya, Teheran telah menuntut penarikan penuh militer AS dari area tersebut sebagai prasyarat bagi perdamaian nan berkelanjutan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑