Taufik Fajar
, Jurnalis-Minggu, 01 November 2026 |01:36 WIB

Mentrans Iftitah (Foto: Okezone)
JAKARTA - Petani transmigran di Distrik Oransbari, Kawasan Transmigrasi Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, sekarang mempunyai pilihan untuk mengeringkan gabah tanpa menunggu berhari-hari cuaca cerah.
Mesin pengering berkapasitas dua ton nan dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) memangkas waktu pengeringan dari tiga hingga tujuh hari menjadi belasan jam.
Bagi petani, teknologi ini membantu mempercepat penanganan hasil panen dan mengurangi ketergantungan pada penjemuran manual di jalan nan selama ini juga mengganggu lampau lintas. Pengoperasiannya didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu mengatasi hambatan pasokan listrik di area tersebut.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa teknologi nan dibawa ke area transmigrasi kudu menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka kesempatan peningkatan pendapatan.
“Saya mau menyemangati dan memandang langsung karya-karya nyata nan diberikan oleh para personil tim ekspedisi patriot dalam aktivitas transmigrasi patriot, bahwa hari ini transmigrasi bukan lagi sekedar memindahkan penduduk, tetapi membangun satu area ekonomi,” ujar Menteri Iftitah, Minggu (1/11/2026).
Peluang nilai tambah tidak berakhir pada pengeringan gabah. Pengolahan pascapanen nan dilengkapi pemilahan beras juga membuka kesempatan bagi petani untuk menjual produk dengan kualitas dan nilai lebih baik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·