Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang ustaz alias pembimbing ngaji di sebuah pesantren area Genteng Kali, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) berinisial MZ (22) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli 7 siswa laki-lakinya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa ada tujuh orang nan menjadi korban tersangka dalam kurun tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu dilakukan oleh pembimbing ngajinya alias ustaznya kepada tujuh orang santri laki-laki. Jadi pada beberapa waktu mulai tahun 2025 sampai 2026 dari kurun waktu itu. Tujuh orang ini nan dilakukan perbuatan cabul oleh tersangka," ungkap Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5) dikutip dari detikJatim.
Dalam pengakuannya di markas polisi, tersangka mengaku melakukan tindak pidana kekerasan seksual itu kepada siswa laki-laki lantaran takut zina jika ke siswa perempuan.
Hal itu diungkap tersangka saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Awalnya tersangka mengaku pencabulan itu atas dorongan nafsu sesaat saat ditanya mengenai motif. Hal itu lantaran dia kerap menonton movie porno.
"Tiba-tiba muncul nafsu lantaran keseringan nonton movie porno itu," kata tersangka dalam video nan juga diunggah di akun media sosial @luthfie.daily, Minggu (10/5).
Saat ditanya kembali soal orientasi seksualnya oleh kapolres, tersangka mengaku suka laki-laki dan perempuan. Namun, sambungnya, saat ini memang lebih suka ke laki-laki terutama anak-anak.
Selain itu, dia mengaku jika sama wanita takut zina dan hamil
"Ya sekarang ya anak-anak. Soalnya adanya laki-laki itu. Terus jika sama wanita kelak takutnya zina alias mengandung gitu," ujar tersangka.
"Kalau sama wanita takutnya zina, terus sama laki-laki anak-anak," timpal Luthfie sembari terheran-heran.
Dalam pengakuan lainnya, tersangka mengakui pencabulan selalu dilakukan saat korban tidur di bilik asrama.
Kasus itu terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri buka bunyi dan lapor ke polisi. Dari situ, korban lainnya nan senasib ikut buka bunyi dan membuat laporan polisi juga.
Sejauh ini, total ada tujuh anak nan menjadi korban pencabulan tersangka.
Sebelumnya, seorang ustaz alias pembimbing ngaji di sebuah pesantren area Genteng Kali, Surabaya berinisial MZ (22) ditetapkan jadi tersangka pencabulan santri.
Baca buletin lengkapnya di sini
(gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·