Nur Khabibi
, Jurnalis-Kamis, 26 Maret 2026 |12:25 WIB

Dapur MBG (Foto: Dok)
JAKARTA — Sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia diberhentikan operasional sementara alias di-suspend. Data ini tercatat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) per 25 Maret 2026, mencakup akumulasi sejak Januari 2025 hingga Maret 2026.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyebut nomor tersebut menurun dibanding dua minggu sebelumnya lantaran sebagian SPPG telah mendaftar Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Terjadi penurunan dibanding dua minggu lampau lantaran sudah banyak nan mendaftar SLHS," ujar Nanik, Kamis (26/3/2026).
Dua minggu sebelumnya, jumlah SPPG terdampak lebih tinggi, terutama di Pulau Jawa nan mencapai lebih dari 1.500 unit. Wilayah Indonesia Timur mencatat 779 SPPG terdampak, sementara wilayah Barat 492 SPPG.
Langkah penghentian operasional dilakukan terutama bagi SPPG nan belum mendaftar SLHS. Setelah penindakan, sebagian besar sekarang telah memenuhi tanggungjawab tersebut.
“Setelah disuspend lantaran belum mendaftar SLHS, sekarang sudah banyak nan mendaftar,” jelas Nanik.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·