
Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: Instagram/fabioquartararo20)
MONTMELO – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, memberikan pandangan menarik jelang balapan MotoGP Catalunya 2026 pada 15-17 Mei 2026. Usai menunjukkan performa impresif di seri Prancis, pembalap berjuluk El Diablo ini menegaskan kemajuan mesin Yamaha V4 miliknya tidak boleh hanya diukur dari posisi finis, melainkan dari seberapa tipis selisih waktu dengan sang pemenang lomba.
Pada MotoGP Prancis 2026, Quartararo sukses memecahkan kebuntuan dengan finis di urutan keenam pada balapan utama, hasil terbaik bagi proyek V4 sejauh ini. Namun, baginya, ada parameter nan jauh lebih krusial daripada sekadar urutan finis.
"Bagi saya, posisi hanyalah sebuah angka. Di Jerez, kami tertinggal 29 detik dari pemenang. Di Le Mans, kami hanya terpaut 7 detik dari Jorge Martin. Inilah nan sebenarnya saya perhatikan," tegas Quartararo, melansir dari Crash, Jumat (15/5/2026).
1. Fokus pada Limit Motor
Kebangkitan Quartararo di Sirkuit Le Mans bukan dipicu oleh komponen performa baru nan radikal, melainkan lantaran dia mulai menemukan kembali feeling pada bagian depan motor. Dengan kembali menggunakan sayap depan model 2025, dia merasa jauh lebih berani untuk memacu motor hingga pemisah maksimal.
Fabio Quartararo
Quartararo mencatat bahwa di Le Mans, catatan waktunya hanya terpaut 0,4 detik dari waktu terbaik pribadinya, sebuah kemajuan pesat dibandingkan seri Jerez. Selain masalah aerodinamika, pembalap asal Prancis ini juga menyoroti perubahan pada sektor elektronik.
Tahun ini, Yamaha memberikan kendali lebih besar kepada pembalap dan mengurangi intervensi elektronik. Meski memberikan hasil positif, Quartararo mengakui timnya tetap mempunyai pekerjaan rumah nan besar.
"Kita bisa memandang gimana Pecco (Bagnaia) menyalip saya di Tikungan 1 dengan sangat mudah. Kami tetap butuh tenaga tambahan, terutama di gigi tiga sampai enam, serta traksi nan lebih baik," tambahnya.
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·