Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video nan memperlihatkan kondisi kamar tahanan mewah nan diduga di Lapas Kelas IIA Cilegon, Banten, viral di media sosial (medsos).
Dalam video tersebut, terlihat para narapidana (napi) tidur di atas kasur lembek dan bebas menggunakan telepon genggam. Di dalam ruangan juga tampak akomodasi seperti kipas angin, lemari, hingga pendingin ruangan.
Dalam video lain, bilik tersebut disebut hanya dihuni dua tahanan kasus narkoba. Rekaman itu memperlihatkan seorang napi laki-laki mengenakan kaos dan celana pendek sedang berebahan di atas kasur, sementara rekannya tampak memegang dua unit smartphone.
Menanggapi video nan beredar tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menyatakan pihaknya telah melakukan penggeledahan dan tidak menemukan adanya bilik mewah seperti nan ditampilkan di media sosial.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan adanya bilik kediaman maupun akomodasi sebagaimana info nan beredar di media sosial," ujar Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, Kalapas Kelas IIA Cilegon, ditulis Kamis, (14/05/2026).
Raja mengaku setelah mendapatkan info bilik mewah tersebut, segera memeriksa seluruh bilik kediaman Lapas Kelas IIA Cilegon dan memastikan tidak ada perhatian unik terhadap seluruh napi.
"Seluruh akomodasi dan jasa nan diberikan kepada penduduk bimbingan dipastikan melangkah sesuai ketentuan nan berlaku, serta menjunjung prinsip kesetaraan pelayanan pemasyarakatan tanpa perlakuan khusus," terangnya.
Kalapas Kelas IIA Cilegon menyatakan dirinya serta seluruh pegawai, berkomitmen menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan pemasyarakatan, dengan memastikan tidak terdapat bilik kediaman maupun akomodasi mewah bagi penduduk bimbingan di dalam lingkungan lapas.
"Seluruh penduduk bimbingan diperlakukan sama selama menjalani masa pidana dan dipersiapkan untuk dapat kembali diterima di tengah masyarakat setelah selesai menjalani pembinaan," jelasnya.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·