Timnas Australia(DAVID GRAY / AFP)
PELATIH tim nasional Australia Tony Popovic menegaskan keyakinannya bahwa Socceroos bisa melampaui ekspektasi di Piala Dunia 2026 setelah bermain seri 1-1 di pertandingan Swiss vs Australia pada laga pemanasan terakhir, Minggu (7/6).
Swiss unggul lebih dulu melalui Dan Ndoye pada menit ke-14 di San Diego, Amerika Serikat. Namun, debutan Australia Tete Yengi sukses menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Laga tersebut menjadi pertandingan persiapan terakhir bagi kedua tim menjelang Piala Dunia nan bakal dimulai pada Kamis (11/6).
Popovic menurunkan susunan pemain nan cukup berbeda dengan melakukan tujuh perubahan dari tim nan kalah 0-1 dari Meksiko pekan lalu. Pada babak kedua, dia kembali menurunkan komposisi nan diperkirakan menjadi tim utama Australia.
"Saya hanya senang. Kami tidak mengalami cedera. Kami bisa melewati pertandingan ini. Kami mendapatkan hasil nan baik, itu selalu membantu dan kami mencetak gol nan sangat bagus. Tentu saja kami kudu memulai pertandingan dengan lebih baik pekan depan, itu bakal membantu kami," kata Popovic dikutip dari AFP.
Australia, nan bakal tampil pada Piala Dunia keenam secara beruntun, tergabung di Grup D berbareng Turki, tuan rumah berbareng Amerika Serikat, dan Paraguay.
Sementara itu, Swiss berada di Grup B berbareng Qatar, Bosnia-Herzegovina, dan tuan rumah berbareng Kanada.
Popovic mengaku terdorong oleh hasil melawan Swiss nan tampil nyaris dengan kekuatan penuh. Tim Eropa tersebut berada delapan tingkat di atas Australia dalam ranking bumi FIFA, ialah di posisi ke-19.
Ia juga percaya skuad muda Australia bisa menembus babak gugur.
"Jika Anda bertanya kepada setiap orang Australia, mereka berambisi bisa melangkah sejauh mungkin lantaran kami selalu merasa bisa melampaui ekspektasi," ujar Popovic.
"Kami telah membuktikannya acapkali di semua bagian olahraga, dan kami juga telah melakukannya di sepak bola. Jadi kami sudah menunjukkan apa nan bisa kami lakukan," sambungnya.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Australia sukses lolos dari fase grup dan memberi perlawanan sengit kepada Argentina di babak 16 besar sebelum tersingkir setelah kalah 1-2 dari tim nan kemudian menjadi juara dunia, nan dipimpin Lionel Messi.
"Kami mau lolos, dan itulah tantangan nan kami hadapi. Kami mau berada di fase gugur lantaran kami tahu apa pun bisa terjadi," kata Popovic.
"Tetapi jika memandang lebih jauh, tetap banyak pekerjaan nan kudu dilakukan hingga mencapai tahap itu. Kami berada di grup nan sangat sulit, tetapi saya juga mau berpikir bahwa lawan-lawan kami bakal memandang kami sebagai tantangan nan berat," imbuhnya.
Australia bakal memulai kiprahnya di Piala Dunia dengan menghadapi Turki di Vancouver pada 13 Juni. Pada hari nan sama, Swiss bakal mengawali turnamen melawan Qatar di San Francisco. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·