Survei Tempo Data Science, Mayoritas Warga Optimis Arah Indonesia

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Survei terbaru nan dilakukan oleh Tempo Data Science mengungkapkan sebagian responden percaya Indonesia saat ini sedang menuju arah nan benar, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan hasil survei nan diluncurkan pada Rabu (26/8/2026), responden nan percaya Indonesia menuju arah nan betul mencapai 52 persen.

"Kalau kita bicara tentang arah perkembangan Indonesia saat ini, kebanyakan ialah 52% itu tetap menganggap Indonesia mengarah ke arah nan benar," kata General Manager Tempo Data Science Khairul Anam.

Asal para responden nan berpandangan positif itu tersebar dari beragam wilayah. Sulawesi jadi wilayah dengan optimisme terkuat dengan 69 persen.

"Persebarannya adalah di, responden nan tetap merasa Indonesia bergerak ke arah nan betul ada di Jawa Barat (57 persen), Jawa Timur (64 persen), Bali-Nusa Tenggara (67 persen), Sulawesi, dan Maluku-Papua (64 persen)," ungkap Anam.

Sementara 41 persen lain menilai Indonesia saat ini menuju arah nan salah. Adapun tujuh persen sisanya memilih untuk tidak menjawab alias tidak tahu.

"Daerah-daerah nan lebih dekat dengan kekuasaan, itu optimisnya lebih rendah, mulai dari Banten dan Jakarta," ucap Anam.

Persoalan Ekonomi Paling Disorot Masyarakat

Dalam survei tersebut, Tempo Data Science juga mengungkap masalah utama masyarakat Indonesia saat ini terkonsentrasi pada kebutuhan ekonomi sehari-hari terutama pada mahalnya nilai bahan-bahan pokok dan lapangan pekerjaan.

"Jadi ada 36 persen responden menganggap nilai kebutuhan pokok makin mahal, 23 persen ekonomi makin sulit, kemudian 16 persen lapangan pekerjaan minim, dan 7 persen susah mendapatkan pekerjaan," kata dia.

Kemudian untuk kondisi ekonomi rumah tangga, survei menemukan hasilnya saat ini 51 persen lebih jelek dibandingkan tahun lalu.

"Tetapi, nah ini karakter masyarakat kita nih, mereka 65 persen optimis kondisi ekonomi rumah tangga bakal membaik," kata Anam.

Begitu pula dengan kondisi ekonomi nasional, di mana survei Tempo mengungkapkan hasil saat ini 68 persen responden merasa lebih jelek dibandingkan tahun lalu.

"Tetapi kembali lagi, masyarakat kita tetap punya optimisme nan baik di mana 47 persen mereka optimis kondisi ekonomi nasional bakal membaik ke dalam 1 tahun ke depan," jelas Anam.

"Ini tadi tekanan sangat kuat pada nilai kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan. Sementara di akses kesehatan dan pendidikan, masyarakat tetap menilai relatif baik," tambahnya.

Tingkat Kepuasan Publik pada Pemerintahan Prabowo-Gibran

Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap keahlian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali diluncurkan. Kali ini oleh unit riset Tempo Data Science.

Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan publik terhadap keahlian Prabowo-Gibran mengalami penurunan. Tercatat hanya 37 persen saja nan menyatakan puas, per Agustus 2026.

General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, menjelaskan tingkat 37 persen itu merupakan hasil campuran antara nan puas di 34% dan sangat puas di 3%.

"Kalau kita konversi dalam corak skor dengan skala 1 sampai 10, keahlian pemerintah itu ada di skor 5,7 per 10," kata Khairul Anam dalam peluncuran hasil survei di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Khairul Anam mengatakan, penurunan ini terbilang signifikan. Sebab angkanya cukup jauh dibandingkan dalam dua periode survei sebelumnya pada Desember 2025 dan Maret 2026.

"Trennya bisa kita lihat sangat anjlok, sangat turun drastis, begitu ya. Di Desember 2025 itu approval rating tetap 75%. Kemudian di Maret 2026 itu turun di 58%, dan di Agustus 2026 turun di 37%," kata Anam.

Survei Kepuasan Individu juga Menurun

Survei itu juga lebih merinci tingkat kepuasan publik terhadap keahlian Prabowo dan Gibran secara individu. Untuk Prabowo misalnya, tercatat hanya dapat kepuasan publik 40 persen. Jumlah ini juga mengalami penurunan dari Desember 2025 (70 persen) dan Maret 2026 (61 persen).

Sementara Gibran, angkanya lebih rendah lagi dengan 33 persen saja. Nilai itu juga ambruk lantaran sebelumnya nomor kepuasan publik terhadap wapres adalah 57 persen pada Desember 2025 dan 50 persen pada Maret 2026.

Usia dan Area nan Menyatakan Ketidakpuasan Tertinggi

Dalam survei, tercatat pula bahwa nan menyatakan tingkat ketidakpuasan tertinggi ada pada responden usia muda. Yakni sebesar 74 persen dari usia 26 hingga 30 tahun, nan merupakan usia produktif.

"Kemudian di usia 21 sampai 25 tahun. Ini ketidakpuasan tertinggi ada di usia ini," katanya.

Sementara untuk demografi area, Banten jadi wilayah dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi dengan 76 persen. Lalu Jakarta sebagai ibu kota dengan 73 persen dan Sumatera serta Jawa Berat dengan 66 persen.

Metodologi Riset & Profil Sampel

Adapun survei dilaksanakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026. Survei ini bermaksud untuk mengukur persepsi publik terhadap keahlian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menjelang usia pemerintahan 3 tahun (Survei dilakukan 31 Juli - 11 Agustus 2026).

Pelaksanaan surveinya menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan melibatkan 1.260 responden (usia 17+ tahun/sudah menikah) nan tersebar proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Sementara margin errornya 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%, dan wawancara dilakukan secara tatap muka.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita