Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 57,3 persen publik menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum sukses menurunkan nomor pengangguran.
Temuan tersebut merupakan hasil survei nasional Poltracking Indonesia nan digelar pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan persoalan ekonomi tetap menjadi rumor nan paling kuat dalam persepsi masyarakat terhadap keahlian pemerintah.
“Lagi-lagi rumor ekonomi paling determinan, paling kuat dalam persepsi nan kami rekam dalam persepsi publik ialah persoalan menurunnya nomor pengangguran alias belum terselesaikannya rumor mengatasi pengangguran dan juga mengendalikan nilai kebutuhan pokok,” kata Hanta dalam konvensi pers daring, Senin (31/8/2026).
Selain soal pengangguran, 51,6 persen responden menilai pemerintah belum sukses menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, hanya 32,2 persen nan menilai pemerintah sukses menurunkan nomor pengangguran.
Tekanan ekonomi juga tercermin dari kondisi pengeluaran rumah tangga. Sebanyak 62,5 persen responden menyatakan pengeluaran rumah tangga mereka saat ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, 27,7 persen menyebut pengeluaran mereka lebih sedikit.
Persoalan nilai kebutuhan pokok turut menjadi perhatian. Mayoritas responden, ialah 55,6 persen, menilai nilai kebutuhan pokok tidak terjangkau dalam satu bulan terakhir. Hanya 38,3 persen nan menilai nilai kebutuhan pokok tetap terjangkau.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·