Suriah Gandeng Raksasa Energi AS ConocoPhillips Bangun Sektor Gas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Suriah Gandeng Raksasa Energi AS ConocoPhillips Bangun Sektor Gas Ilustrasi.(Magnific)

PEMERINTAH Suriah secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan raksasa daya asal Amerika Serikat, ConocoPhillips, untuk mengembangkan sektor gas negara tersebut pada Selasa (16/6/2026). Langkah strategis ini diambil Damaskus di bawah pemerintahan baru guna menarik kembali investasi daya internasional setelah bertahun-tahun terisolasi akibat perang saudara.

Kantor buletin negara, SANA, melaporkan bahwa perusahaan milik negara, Syrian Petroleum Company (SPC), menyepakati perjanjian dengan ConocoPhillips dan Novaterra. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan sejumlah lapangan gas baru serta peningkatan kapabilitas produksi di lapangan-lapangan nan sudah ada.

Langkah Besar Pemulihan Ekonomi

CEO Syrian Petroleum Company, Youssef Qablawi, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan perjanjian terbesar nan pernah ditandatangani sejak otoritas baru mengambil alih kekuasaan menyusul penggulingan Bashar al-Assad pada Desember 2024.

"Ini langkah krusial dalam proses modernisasi sektor gas di Suriah. Melalui kerja sama ini, kami berambisi dapat meningkatkan produksi dan memperkuat sistem daya nasional, terutama untuk memasok kebutuhan sektor kelistrikan dan sektor vital lain," ujar Qablawi dalam upacara penandatanganan di Damaskus.

Sebelumnya, delegasi Suriah nan dipimpin oleh Menteri Energi Mohammad al-Bashir melakukan kunjungan ke Washington pekan lalu. Kunjungan tersebut bermaksud untuk membahas prospek investasi prasarana dan menjajaki kemitraan strategis dengan sektor swasta Amerika Serikat.

Target Produksi 2030

Setelah pencabutan hukuman era Assad, Suriah sekarang berambisi melakukan pemulihan ekonomi secara masif. Pemerintah menargetkan produksi minyak mencapai satu juta barel per hari pada tahun 2030. Untuk mencapai sasaran tersebut, Damaskus terus memperluas kerja sama internasional dalam eksplorasi dan produksi migas.

Selain ConocoPhillips, Suriah sebelumnya menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan dunia lain, termasuk:

  • Chevron (AS) dan Power International (Qatar) untuk eksplorasi lepas pantai.
  • TotalEnergies (Prancis) dan QatarEnergy (Qatar) untuk pengembangan blok migas offshore.
  • HKN Energy, sekarang mulai mengelola dan mengoperasikan lapangan minyak di wilayah utara dan timur laut nan sebelumnya dikuasai otoritas Kurdi.

Konteks Geopolitik: Saat ini, pemerintah pusat di Damaskus memegang kendali penuh atas seluruh lapangan minyak dan gas di negara tersebut, setelah mengambil alih wilayah-wilayah di Hasakeh nan sebelumnya berada di bawah kendali Kurdi awal tahun ini.

Masuknya kembali perusahaan-perusahaan daya Barat menandai babak baru bagi Suriah dalam upaya memodernisasi prasarana daya nan hancur akibat bentrok berkepanjangan dan memposisikan diri kembali dalam peta daya regional. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia