Sungai Kapuas Mengering, Pengusaha Batu Bara Buka Suara

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) buka bunyi mengenai kondisi kekeringan di sejumlah sungai utama di Kalimantan akibat tandus panjang dan kejadian El Nino. Kondisi tersebut mulai berakibat terhadap aktivitas pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang.

Direktur Eksekutif APBI Gita Maharyani mengatakan, secara umum kekeringan dan penurunan muka air sungai telah terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara.

"Secara umum, kekeringan dan penurunan muka air sungai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan mulai memengaruhi aktivitas pengangkutan batu bara," ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (7/9/2026).

Menurutnya, di sejumlah wilayah sungai lainnya, penurunan muka air juga dapat membatasi draft alias kedalaman muatan kapal tongkang. Akibatnya, kapabilitas angkut tongkang tidak dapat dimaksimalkan.

"Di beberapa wilayah sungai lainnya, penurunan muka air juga dapat membatasi draft tongkang sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan," ujarnya.

Ia lantas mengatakan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan stok batu bara untuk sementara waktu, baik di area tambang maupun di stockpile pelabuhan.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan stok sementara di area tambang maupun stockpile pelabuhan," kata dia.

Meski demikian, mengenai dampaknya terhadap nilai batu bara, APBI menilai pergerakan nilai tetap dipengaruhi oleh beragam faktor, terutama dinamika permintaan dan pasokan di pasar global.

Menurutnya, gangguan logistik batu bara di Indonesia memang dapat menjadi salah satu aspek nan memengaruhi sentimen pasar. Namun, kondisi tersebut bukan satu-satunya aspek nan menentukan arah kenaikan nilai batu bara.

"Kondisi logistik di Indonesia dapat menjadi salah satu aspek nan mempengaruhi sentimen pasar, namun bukan satu-satunya aspek penentu kenaikan harga," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News