
Ilustrasi.
ISLAMABAD - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari nan dimediasi oleh Pakistan, menjelang waktu berakhirnya kesepakatan saat ini pada 17 Agustus, demikian diungkap sumber pemerintah.
"Kedua belah pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada pihak penengah untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut," ujar seorang sumber nan dekat dengan proses mediasi kepada Anadolu pada Rabu, (12/8/2026).
"Namun, kedua belah pihak tetap saling berganti pesan untuk menentukan lama perpanjangan tersebut," tambah sumber itu.
Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata nan dimediasi Pakistan pada bulan April dan kemudian menandatangani nota kesepahaman pada 17 Agustus, nan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Pembicaraan tersebut kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pendapat mengenai agunan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur paling strategis di bumi untuk pasokan daya dan perdagangan global.
Antara tanggal 8 Juli dan 24 Juli, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer.
Washington melancarkan serangan terhadap target-target di dalam wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan terhadap apa nan mereka sebut sebagai akomodasi dan peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·