Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEBAKARAN rimba dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan terus terjadi di tengah kondisi semakin mengeringnya sumber-sumber air akibat tandus panjang nan dapat menjadi hambatan upaya pemadaman Karhutla.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat hingga sekarang sudah lebih 600 hektare area rimba dan lahan di wilayah tersebut terbakar. "Sudah lebih 600 hektare lahan terbakar. Ini menjadi atensi serius kita bersama, mengingat wilayah ini berada di area ring satu alias berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie.
Kecamatan Landasan Ulin menjadi wilayah terparah dilanda kebakaran nan sebagian besar disebabkan adanya aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat baik pertanian maupun untuk kepentingan lainnya.
Terlebih, karakter lahan di Banjarbaru dominan berupa lahan gambut sehingga sangat susah dipadamkan jika sudah terbakar.
Lebih jauh Zaini mengatakan kondisi penanganan karhutla di lapangan sekarang dihadapkan pada hambatan semakin surutnya sumber air seperti sungai dan embung. Saat ini pemadaman api mengandalkan armada mobil tangki nan mengambil air pada sumber lebih jauh termasuk heli water bombing.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, Senin (3/8), mengakui semakin tingginya intensitas Karhutla di wilayah Kalsel, terutama area ring satu sekitar Bandara meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. "Berdasarkan prediksi BMKG puncak karhutla diprediksi Agustus sampai September. Potensi ekspansi kebakaran tetap sangat tinggi, lantaran itu kita kudu betul-betul siaga ekstra, terutama di area sekitar airport Syamsudin Noor," kata Ronny.
Dirinya juga mengakui kondisi sumber-sumber air nan semakin terbatas akibat tandus panjang. BPBD Kalsel tengah mengkaji untuk kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan berkoordinasi lembaga terkait.
Di sisi lain, kekuatan penanganan karhutla melalui udara (water bombing) di Kalsel berkurang, dimana dari empat helikopter nan sebelumnya beraksi dua diantaranya ditarik untuk membantu penanganan di wilayah Provinsi Kalbar dan Kalteng. "Saat ini ada dua heli water bombing beraksi di Kalsel," ujarnya.
Maraknya karhutla juga berakibat pada serangan kabut asap nan beberapa kali mengganggu agenda penerbangan dan penurunan kualitas udara di wilayah Kota Banjarbaru. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·