Rumput dan pepohonan meranggas akibat tandus panjang di Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, NTT. BMKG melaporkan suhu di NTT mencapai 35 derajat celcius.(MI/Palce Amalo)
SUHU udara di Nusa Tenggara Timur (NTT) diprakirakan mencapai 35 derajat Celsius pada Jumat (23/10) siang. Di tengah cuaca nan didominasi cerah hingga berawan, sebagian besar wilayah NTT juga menunjukkan tingkat kemudahan bahan bakar lembut terbakar dalam kategori sangat tinggi berasas peta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sto Nenot'ek, menyampaikan suhu udara di NTT berkisar 20-35 derajat Celsius. “Suhu udara di NTT: 20-35 °C,” katanya dalam laporan tertulis.
Sementara itu, suhu udara di Manggarai, Ngada, dan sebagian wilayah dataran tinggi lainnya diprakirakan berkisar 18–29 derajat Celsius. Cuaca pada pagi hingga sore hari umumnya cerah hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di Borong dan Ruteng.
Menurutnya, pada malam hari, cuaca diprakirakan cerah hingga berawan tebal, sedangkan awal hari cerah berawan hingga berawan tebal. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.
Potensi kebakaran juga menjadi perhatian berasas peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC), sebagian besar wilayah NTT berada dalam kategori sangat tinggi untuk kemudahan bahan bakar lembut terbakar. Kondisi ini tampak pada sejumlah bagian Pulau Timor, Sumba, Flores, dan beberapa pulau lainnya nan ditandai warna merah pada peta.
FFMC merupakan parameter tingkat kekeringan bahan bakar lembut di permukaan, seperti rumput, dedaunan kering, dan ranting kecil, nan memengaruhi kemudahannya menyala. Peta ini bukan penanda letak kebakaran nan sedang berlangsung, melainkan gambaran kondisi bahan bakar nan dapat mendukung penyalaan api.
Menurutnya, cuaca panas dan vegetasi kering perlu diwaspadai lantaran dapat meningkatkan akibat kebakaran rimba dan lahan. Pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di dekat semak-semak, maupun membuang puntung rokok sembarangan dapat menjadi sumber penyalaan api.
Sti juga mengimbau masyarakat menghindari pembakaran terbuka dan segera melaporkan kepada petugas andaikan menemukan titik api alias kepulan asap. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah api meluas, terutama di wilayah dengan tingkat kemudahan bahan bakar lembut terbakar nan tinggi. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·