Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

loading...

Suhu Matahari Semakin Panas. Foto/ Daily

LONDON - Jumlah daya nan dipancarkan Matahari sekarang sekitar sepertiga lebih besar daripada pada tahap awalnya 4,5 miliar tahun nan lalu. Model perkembangan menunjukkan tren ini bakal bersambung sebelum Matahari mencapai akhir siklus hidupnya dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.

Selama beberapa dekade,para ilmuwantelah mempertanyakan batas-batas keberadaan kehidupan di Bumi seiring dengan semakin terangnya matahari.

Perkiraan awal oleh James Lovelock dan rekan-rekannya pada tahun 1982 menunjukkan bahwa biosfer fotosintetik Bumi bakal berhujung dalam 100 juta tahun ke depan.

Atmospheresmenawarkan pandangan nan lebih optimis. Para intelektual memperkirakan bahwa kehidupan tumbuhan dapat terus ada selama 1,8 miliar tahun lagi.

Garis waktu ini mendekati titik di mana Bumi mungkin kehilangan lautannya lantaran radiasi nan memecah molekul air alias penguapan nan tidak terkontrol, sebuah peristiwa nan diproyeksikan bakal terjadi dalam waktu sekitar 2 miliar tahun.

"Kami mau menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi, terutama vegetasi kompleks, dapat memperkuat lebih lama di masa depan daripada nan ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya," kata Jacob Haqq-Misra, seorang intelektual bioastronomi di organisasi nirlaba Blue Marble Space dan salah satu penulis studi tersebut.

Kehidupan di Bumi berjuntai pada fotosintesis, proses biologis di mana tumbuhan, alga, dan beberapa kuman menggunakan daya mentari untuk mengubah CO2 dan air menjadi senyawa organik kaya energi, sembari secara berbarengan melepaskan oksigen. Proses ini memerlukan CO2 dan cahaya.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews