Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |06:05 WIB

Ilustrasi capek saat bangun tidur. (Foto: dok Magnific/jcomp)
JAKARTA - Pernahkah Anda merasa tubuh tetap capek dan tidak berkekuatan di pagi hari, padahal sudah tidur cukup selama delapan jam alias apalagi lebih? Sensasi capek nan tak kunjung lenyap ini kerap dianggap sepele, padahal bisa jadi sinyal bahwa kualitas tidur terganggu oleh kejadian medis berjulukan micro-arousal.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam utas di akun Threads miliknya menyoroti kondisi ini sebagai salah satu argumen utama kenapa seseorang tetap merasa kelelahan meskipun lama tidurnya sudah terpenuhi.
“Pernah gak lo ngerasa tetap capek banget badannya padahal udah tidur 8 jam apalagi lebih? Kalo pernah, jangan-jangan lo sering mengalami micro-arousal," kata dr. Adam, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Apa Itu Micro-arousal
Dokter Adam menjelaskan, Micro-arousal merupakan kondisi terjadinya lonjakan singkat aktivitas otak serta sistem saraf simpatik saat seseorang sedang tertidur pulas. Terjadinya singkat biasanya berdurasi antara 3 hingga 15 detik sehingga orang nan mengalaminya sering kali tidak sadar bahwa tidurnya terganggu.
“Micro-arousal adalah lonjakan singkat (biasanya 3–15 detik) aktivitas otak dan sistem saraf simpatik saat tidur. Saat itu lo gak kebangun sepenuhnya, tapi tidur lo jadi keganggu," ucapnya.
Dampak dari kejadian ini terasa langsung pada proses pemulihan tubuh. Ketika micro-arousal terjadi berulang kali, sistem saraf kandas memasuki mode rehat dan pemulihan nan stabil sepanjang malam.
"Akibatnya, meskipun lama tidur lo udah 8 jam, sistem saraf tidak sempat berada dalam mode pemulihan nan stabil," ungkap dr. Adam.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·