Taufik Fajar
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |15:14 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima 340 laporan masyarakat melalui kanal Lapor Pak Amran dalam kurun waktu dua minggu. Aduan tersebut mengungkap beragam dugaan penyimpangan di sektor pertanian, mulai dari persoalan beras, pupuk, perangkat dan mesin pertanian (alsintan), hingga program cetak sawah.
Mentan memastikan setiap laporan bakal ditelusuri dan pelanggaran nan terbukti bakal diteruskan kepada abdi negara penegak hukum.
“Dua minggu ini masuk 340 laporan. Kami tindak lanjuti. nan belum masuk dalam laporan, bertobat. Pasti kami kejar,” kata Mentan Amran dalam konvensi pers di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Amran menegaskan tidak bakal memberi ruang bagi mafia pangan maupun pihak nan menyalahgunakan program pemerintah. Setiap kejuaraan terlebih dulu dikaji dan diverifikasi langsung di lapangan.
Jika ditemukan bukti pelanggaran, laporan bakal diteruskan kepada kepolisian, kejaksaan, maupun abdi negara penegak norma mengenai untuk diproses sesuai ketentuan.
“Laporan kami kaji dulu, begitu benar, verifikasi lapangan, kirim penegak hukum. Jadi, seluruh pedagang beras jangan bermain-main lantaran kami sudah terima laporannya. Kami verifikasi di lapangan, jika betul kita tindak tegas,” ujarnya.
Salah satu konsentrasi penindakan adalah dugaan penyimpangan tata niaga beras, termasuk pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Mentan mengungkapkan sejumlah modus, mulai dari membawa beras ke penggilingan untuk digiling ulang, mengemasnya kembali menggunakan karung berbeda, hingga membongkar muatan di letak tersembunyi untuk mengganti bungkusan dan identitas produk.
Dalam perkembangan penanganan kasus perberasan, sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam 8 kasus nan melibatkan 15 merek beras fortifikasi. Pemerintah memastikan penindakan terhadap pelanggaran mutu dan tata niaga beras terus berlanjut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·