Sudah Kerja Keras Bertahun-tahun, tapi tak Kunjung Naik Jabatan? Ini Dilema Pekerja yang Kini mulai Terjawab

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Sudah Kerja Keras Bertahun-tahun, tapi tak Kunjung Naik Jabatan? Ini Dilema Pekerja nan Kini mulai Terjawab Membuka kesempatan pekerjaan lewat Kelas Karyawan di Universitas Esa Unggul.(Dok. Universitas Esa Unggul)

Bekerja keras sering dianggap sebagai jalan menuju pekerjaan nan lebih baik. Namun bagi banyak pekerja di Indonesia, realitas di lapangan tidak selalu demikian. Meski telah bertahun-tahun bekerja, memegang tanggung jawab besar, hingga dipercaya menangani tugas penting, kesempatan promosi kerap tersendat oleh satu syarat nan sama, ialah kualifikasi pendidikan formal.

Fenomena tersebut terjadi di beragam sektor. Pengalaman dan loyalitas tetap dihargai, tetapi perusahaan sekarang juga memerlukan kompetensi terukur, keahlian beradaptasi, serta latar belakang pendidikan nan relevan dengan kebutuhan industri.

Dwi (28), seorang staf manajemen di Jakarta, pernah berada di posisi tersebut. Setelah beberapa tahun bekerja, dia merasa kemampuannya berkembang dan mendapat kepercayaan lebih dari atasan. Namun dia menyadari, untuk naik ke jenjang berikutnya, pengalaman kerja saja belum tentu cukup.

“Saya sudah lama mau kuliah, tapi selalu terkendala waktu. Kalau kuliah reguler biasa, rasanya kudu memilih antara kerja alias pendidikan,” ujarnya.

Dwi mewakili banyak pekerja Indonesia nan menghadapi dilema serupa. Keinginan meningkatkan kualitas diri sering berbenturan dengan agenda kerja padat, jam operasional panjang, hingga kebutuhan ekonomi, sehingga rencana melanjutkan pendidikan terus tertunda.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata jam kerja pekerja Indonesia mencapai sekitar 41 jam per minggu. Sebagian apalagi bekerja lebih dari 49 jam per minggu. Di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek, waktu tempuh perjalanan juga menjadi tantangan tambahan nan menyita daya dan waktu setiap hari.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan bakal akses pendidikan nan fleksibel, berkualitas, dan sesuai dengan realitas pekerja aktif.

Menjawab kebutuhan itu, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University menghadirkan Program Kelas Karyawan nan dirancang unik bagi para ahli nan tetap mau melanjutkan pendidikan.

Melalui sistem pembelajaran elastis dengan pilihan kelas malam dan akhir pekan, mahasiswa tetap dapat bekerja sembari menempuh pendidikan tinggi.

Tidak hanya menawarkan elastisitas waktu, kerjasama Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University juga memperkuat kurikulum dengan standar internasional nan berfokus pada kebutuhan industri masa depan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dibekali kompetensi di bagian strategis seperti inovasi, teknologi, dan kewirausahaan, serta berkesempatan memperoleh sertifikasi dunia nan terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Universitas Esa Unggul juga mempunyai beragam program studi di sejumlah fakultas nan telah meraih legalisasi unggul. Fasilitas penunjang seperti laboratorium modern, ruang kelas representatif, ekosistem digital learning, perpustakaan, dan sarana pendukung lainnya turut mendukung proses belajar mahasiswa. Artinya, mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga dipersiapkan menjadi lulusan nan siap bekerja, berkembang, dan bersaing.

“Kami memahami bahwa pekerja tidak hanya memerlukan akses pendidikan, tetapi juga kualitas pendidikan nan relevan dengan pekerjaan mereka. Karena itu, Kelas Karyawan dirancang elastis dengan mutu akademik nan kuat agar mahasiswa siap naik level,” ujar Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng.

Program Kelas Karyawan Universitas Esa Unggul tersedia untuk jenjang Sarjana maupun Pascasarjana, dengan pilihan bagian studi nan luas, mulai dari ekonomi dan bisnis, teknik, pengetahuan komputer, komunikasi, hukum, psikologi, kreasi dan industri kreatif, kesehatan, pendidikan, hingga program pascasarjana untuk pengembangan profesional.

Dengan banyaknya pilihan program studi, pekerja dapat menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan masing-masing.

Bagi Dwi, keputusan untuk mulai kuliah menjadi titik kembali baru dalam hidupnya.

“Dulu saya hanya konsentrasi kerja dan menjalani rutinitas. Sekarang saya punya arah. Saya percaya ke depan bisa naik level,” katanya.

Kisah tersebut menggambarkan realitas pekerja modern saat ini. Kerja keras tidak semestinya berakhir di posisi nan sama. Dengan support pendidikan nan tepat, kerja keras dapat menjadi jalan menuju lompatan pekerjaan nan lebih baik.

Melalui Program Kelas Karyawan, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University berkomitmen untuk terus membuka akses pendidikan berkualitas, fleksibel, dan relevan bagi para ahli Indonesia nan mau meningkatkan pekerjaan dan kualitas hidup. (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia