Suami Istri Sama-sama Kerja, Gimana Cara Atur Keuangannya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi mengelola finansial keluarga. Foto: PBXStudio/Shutterstock

Mengatur finansial rumah tangga sering jadi tantangan, apalagi jika suami dan istri sama-sama bekerja. Banyak nan bertanya, sebenarnya berapa persen penghasilan nan kudu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari?

Financial planner Bareyn Mochaddin menyebut, sebelum membahas angka, krusial bagi pasangan untuk duduk berbareng dan membicarakan peran serta tanggung jawab masing-masing dalam finansial keluarga.

Siapa nan menanggung kebutuhan utama dan gimana strategi jika suatu saat kondisi berubah, semua ini perlu dibicarakan sejak awal, Moms.

Mengelola finansial keluarga. Foto: Makistock/Shutterstock

“Jadi ngobrol dulu mengenai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, itu nan paling utama, sebelum kita ngomongin masalah persentasenya,” katanya dalam ada live TikTok berbareng kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Pembagian Peran dalam Keuangan Keluarga

Dalam praktiknya, cukup banyak pasangan nan membagi peran dengan pola suami menanggung kebutuhan utama, sementara istri mengelola pengeluaran nan sifatnya lebih fleksibel.

Kebutuhan utama ini mencakup angsuran rumah, kendaraan, listrik, air, internet, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Ilustrasi ibu mengatur finansial keluarga. Foto: Sewupari Studio/Shutterstock

Sementara itu, pengeluaran seperti liburan, makan di luar, alias intermezo sering kali diambil dari penghasilan istri. Pembagian ini dianggap lebih kondusif lantaran jika suatu saat istri memutuskan untuk berakhir bekerja, kebutuhan pokok family tetap bisa melangkah tanpa terganggu.

“Kenapa seperti itu? Karena ketika suatu hari kelak istrinya memilih untuk tidak bekerja lagi, kebutuhan itu tidak bakal terganggu,” kata Bareyn.

Mengatur finansial family Foto: Shutterstock

Namun, krusial untuk diingat bahwa tidak semua family kudu mengikuti pola nan sama. Kondisi finansial, jumlah penghasilan, hingga tujuan finansial setiap pasangan bisa berbeda. Ada nan memilih berbagi secara proporsional, ada juga nan menggabungkan seluruh penghasilan menjadi satu.

Sebab, nan terpenting adalah komunikasi nan terbuka dan kesepakatan nan disepakati bersama, agar finansial family tetap sehat dan hubungan pun tetap harmonis.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan