Studi Terbaru: Venus Masih Aktif Secara Geologis dan Terus Berubah

Sedang Trending 58 menit yang lalu
 Venus Masih Aktif Secara Geologis dan Terus Berubah Retakan Venus.(Dok. NASA/JPL/USGS)

SELAMA bertahun-tahun, Venus dianggap sebagai planet nan telah "mati" secara geologis. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa planet tetangga Bumi itu kemungkinan tetap aktif dan apalagi terus mengalami perubahan pada permukaannya.

Studi nan dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience mengungkap bahwa lembah retakan (rift valley) raksasa di Venus kemungkinan terbentuk jauh lebih baru dibandingkan perkiraan sebelumnya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas tektonik di Venus tetap berjalan hingga saat ini.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Taras Gerya, Profesor Geodinamika di ETH Zurich, berbareng penulis utama Xi Yang. Tim peneliti menggunakan simulasi komputer tiga dimensi (3D) beresolusi tinggi untuk mempelajari gimana retakan-retakan raksasa di permukaan Venus terbentuk dan berkembang.

Selama ini, banyak intelektual memperkirakan retakan tersebut berumur lebih dari 100 juta tahun dan merupakan sisa aktivitas pengetahuan bumi kuno. Namun, hasil simulasi terbaru menunjukkan sebagian retakan kemungkinan tetap tergolong muda secara geologis.

Mekanisme Perubahan Permukaan

Model simulasi memperlihatkan bahwa retakan di Venus dapat melebar dengan kecepatan sekitar 3 hingga 10 sentimeter per tahun. Saat retakan tetap aktif, terbentuk punggungan tinggi di kedua sisinya. Seiring berhentinya aktivitas tektonik, struktur tersebut perlahan melandai akibat kerak planet nan mengendur.

Berbeda dengan Bumi nan mengalami erosi oleh air dan angin, perubahan bentang alam di Venus terjadi lantaran lapisan keraknya perlahan mengalami relaksasi setelah meregang. Menariknya, struktur nan dihasilkan dalam simulasi mempunyai kemiripan dengan gambaran permukaan Venus nan diambil wahana Magellan milik NASA pada 1990-an.

Kesesuaian ini memperkuat dugaan bahwa sebagian lembah retakan di Venus tetap relatif muda dan menjadi bukti adanya aktivitas pengetahuan bumi di bawah permukaan planet tersebut. "Hasil penelitian ini membantu kita menilai aktivitas tektonik di Venus dengan lebih baik," ujar Taras Gerya.

Target Misi Antariksa Mendatang

Temuan ini juga bakal membantu para intelektual menentukan letak nan berpotensi tetap aktif secara geologis untuk dijadikan sasaran pengamatan pada misi-misi antariksa mendatang. Saat ini, minat terhadap Venus terus meningkat dengan persiapan sejumlah misi dari NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

Salah satunya adalah EnVision, misi ESA nan dijadwalkan meluncur pada awal 2030-an untuk memetakan permukaan dan mempelajari struktur bagian dalam Venus secara mendalam.

Penelitian terbaru ini menambah bukti bahwa Venus bukan sekadar planet panas dengan suhu ekstrem, tetapi juga bumi nan kemungkinan tetap mengalami perubahan pengetahuan bumi aktif hingga sekarang. Hal itu diharapkan dapat membantu intelektual memahami perkembangan planet berbatu, termasuk Bumi dan planet-planet serupa di luar tata surya. (Science Daily/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia