Uban tak selalu menunggu usia senja untuk muncul. Sebagian orang mulai menemukan helai rambut putih saat tetap berumur belasan alias 20-an tahun. Di tengah dugaan bahwa rambut beruban merupakan tanda penuaan, kemunculan silver hair di usia muda pun memunculkan pertanyaan: apa nan sebenarnya terjadi pada rambut, dan kenapa kondisi ini bisa dialami lebih awal?
Dalam bumi dermatologi, kondisi tersebut dikenal sebagai rambut putih awal alias premature graying. Tinjauan ilmiah berjudul Premature Graying of Hair nan ditulis oleh Deepika Pandhi dan Deepshikha Khanna, lampau diterbitkan dalam Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology pada 2013, membahas proses terbentuknya uban, faktor-faktor nan berangkaian dengannya, hingga pilihan penanganan nan tersedia.
Menurut tinjauan tersebut, kemunculan rambut putih awal terutama berangkaian dengan aspek genetik, tetapi juga dapat berasosiasi dengan aspek lingkungan dan kondisi kesehatan tertentu.
Apa nan Menyebabkan Uban Muncul di Usia Muda?
Uban awal didefinisikan dalam penelitian tersebut sebagai kemunculan rambut putih sebelum usia 20 tahun pada orang kulit putih, 25 tahun pada orang Asia, dan 30 tahun pada orang Afrika. Batas usia ini merupakan arti nan digunakan oleh penulis dalam tinjauan ilmiah tersebut, bukan patokan universal untuk mendiagnosis masalah kesehatan.
Di kembali kemunculan rambut putih dini, ada proses biologis nan melibatkan melanin dan sel penghasil pigmen di dalam folikel rambut. Melanin merupakan pigmen nan menentukan warna rambut dan diproduksi oleh sel berjulukan melanosit.
Ketika aktivitas sel penghasil pigmen ini menurun, jumlah melanosit nan aktif berkurang, alias proses pemindahan melanin ke sel-sel pembentuk batang rambut terganggu, rambut nan tumbuh dapat kehilangan sebagian pigmentasinya dan terlihat abu-abu hingga putih.
Perubahan ini merupakan bagian dari proses penuaan alami, tetapi waktu kemunculannya berbeda pada setiap orang. Pandhi dan Khanna menjelaskan bahwa aspek genetik menjadi salah satu aspek utama nan berangkaian dengan rambut putih dini. Artinya, seseorang dapat mulai beruban lebih awal lantaran kecenderungan nan diwariskan dalam keluarganya. Kondisi ini juga dapat muncul tanpa disertai penyakit nan mendasarinya.
Selain aspek genetik, penelitian tersebut membahas stres oksidatif sebagai salah satu sistem nan mungkin berperan. Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas alias jenis oksigen reaktif melampaui keahlian tubuh untuk menetralkannya.
Dalam folikel rambut, proses pembentukan melanin menghasilkan jenis oksigen reaktif nan dapat membebani sel penghasil pigmen. Jika sistem perlindungan antioksidan tidak bisa mengimbanginya, melanosit berpotensi mengalami kerusakan.
Penulis juga mencatat stres psikologis, kebiasaan merokok, paparan bahan tertentu, serta sejumlah kondisi medis sebagai aspek nan pernah dikaitkan dengan perubahan pigmentasi rambut.
Meski begitu, penyebab rambut putih awal belum sepenuhnya dipahami. Faktor-faktor tersebut tidak serta-merta menyebabkan rambut putih pada setiap orang, sehingga kemunculan rambut putih saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.
Benarkah Uban Dini Berkaitan dengan Masalah Kesehatan?
Selain aspek genetik dan sistem biologis, rambut putih awal juga dapat ditemukan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Dalam tinjauan tersebut, Pandhi dan Khanna membahas kaitannya dengan gangguan tiroid, anemia pernisiosa, serta sejumlah kondisi autoimun dan sindrom penuaan dini.
Kekurangan nutrisi tertentu juga pernah dikaitkan dengan perubahan pigmentasi rambut. Di antaranya adalah kekurangan unsur besi dan tembaga, serta kondisi nan mengganggu penyerapan alias pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh. Vitamin B12 juga perlu diperhatikan dalam konteks anemia pernisiosa, ialah kondisi nan berangkaian dengan gangguan penyerapan vitamin tersebut.
Namun, hubungan ini perlu dipahami secara proporsional. Tidak semua orang nan mempunyai rambut putih awal mengalami kekurangan nutrisi, anemia, alias gangguan tiroid. Sebaliknya, kemunculan rambut putih juga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya parameter untuk menentukan apakah seseorang mempunyai masalah kesehatan tertentu.
Apabila rambut putih muncul sangat dini, bertambah dengan cepat, alias disertai indikasi lain, pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab nan mendasarinya. Dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan berasas riwayat kesehatan dan kondisi nan dialami.
Dengan demikian, usia kemunculan rambut putih perlu dilihat berbareng aspek lain, termasuk riwayat family dan kondisi kesehatan seseorang. Pendekatan ini lebih tepat daripada langsung menganggap rambut putih awal sebagai akibat stres alias pola makan nan kurang baik.
Bisakah Silver Hair Dikembalikan ke Warna Aslinya?
Bagi sebagian orang, rambut beruban menjadi bagian dari penampilan nan mau dipertahankan. Namun, bagi mereka nan mau mengembalikan warna rambut alaminya, pilihan penanganan tetap terbatas.
Dalam tinjauan nan diterbitkan pada 2013 tersebut, para peneliti menyebut belum ada terapi nan terbukti efektif secara konsisten untuk mengatasi uban. Beberapa suplemen nan mengandung biotin, kalsium pantotenat alias vitamin B5, zinc, tembaga, dan selenium pernah digunakan untuk menangani rambut putih dini. Akan tetapi, bukti ilmiah nan mendukung efektivitas suplemen tersebut dalam mengembalikan pigmentasi rambut tetap rendah.
Peneliti juga mengulas laporan mengenai rambut nan kembali menggelap setelah penggunaan unsur tertentu. Namun, hasil nan berkarakter anekdotal alias hanya dilaporkan pada kasus tertentu belum cukup untuk menjadi dasar rekomendasi pengobatan. Karena itu, suplemen tidak sebaiknya dikonsumsi dengan angan menghilangkan rambut putih tanpa mengetahui apakah tubuh memang mengalami kekurangan nutrisi.
Jika rambut putih berangkaian dengan kondisi medis alias kekurangan nutrisi tertentu, penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Sementara itu, pewarna rambut tetap menjadi salah satu pilihan untuk menyamarkan rambut putih andaikan seseorang menginginkannya.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·