
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (Foto: Binti M/okezone)
JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran support sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan. Hingga awal bulan suci Ramadhan ini, tercatat realisasi penyaluran bansos reguler telah mencapai 90 persen secara nasional.
“Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus melangkah dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) alias support sembako,” kata Gus Ipul saat konvensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, untuk mendukung proses pemulihan dan stimulus ekonomi di wilayah terdampak musibah seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bansos PKH dan sembako kepada 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai Rp1,8 triliun.
“Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 family penerima manfaat, nilai anggaranya Rp1,8 triliun,” ujarnya.
Di samping bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif alias bansos kebencanaan di tiga provinsi tersebut, meliputi support logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, agunan hidup (jadup), dan support pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.
Rinciannya, ialah santunan mahir waris bagi korban nan meninggal dunia, nan sudah disalurkan kepada 990 mahir waris, dengan nilai Rp14 miliar lebih. “Dan ini terus, setiap ada surat, setelah ditemukan mahir warisnya, langsung kita salurkan untuk tiga provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” imbuhnya.
Kemudian pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, Kemensos menyalurkan support agunan hidup nan ditujukan bagi 175.211 penerima manfaat, senilai Rp450 ribu per orang selama tiga bulan.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·