Medan, CNN Indonesia --
Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Tinggi kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak alias 5.960 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak berwarna hitam teramati dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur serta tenggara," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dalam keterangan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berton menyebut pascaerupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi meningkatkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung terakhir kali mengalami erupsi pada Tahun 2022.
"Peningkatan status tersebut mulai bertindak pada Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB berasas hasil pemantauan visual dan instrumental nan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Tingkat Aktivitas Level II (Waspada) sendiri ditetapkan sejak 17 Mei 2023," jelasnya.
Menurut Berton, erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan tetap terdapat potensi terjadinya erupsi nan lebih besar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh rekomendasi nan telah dikeluarkan oleh PVMBG.
"Sebelum terjadinya erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terekam rentetan gempa ialah 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan dan 1 kali tremor harmonik," jelasnya.
Berton Panjaitan mengimbau masyarakat dan visitor alias visitor agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa nan sudah direlokasi, serta letak di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 6 km untuk sektoral selatan-timur.
"Masyarakat nan berada dan bermukim di dekat sungai-sungai nan berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman lahar," urainya.
Dia juga mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung agar tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Sinabung, dan senantiasa mengikuti pengarahan dari BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo.
"Pemerintah Daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung api Sinabung," tutupnya.
(fnr/ugo)
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·