Meski demikian, Hanny berambisi akses menuju stasiun dapat semakin disempurnakan. Pasalnya, kata Hanny, saat ini penumpang dari arah Jakarta Kota tetap kudu melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanjung Priok terlebih dulu sebelum kembali menggunakan kereta nan berakhir di Stasiun JIS dengan waktu tunggu 30 menit.
Cerita serupa datang dari Sarjono, penduduk Citayam, Bogor. Ia mengaku mengetahui pembukaan Stasiun JIS dari anaknya nan aktif di organisasi pecinta kereta.
Rasa penasaran membuatnya berangkat menuju Jakarta Utara untuk memandang langsung stasiun baru nan digadang-gadang menjadi akses utama menuju JIS tersebut.
"Saya ke sini itu lantaran info dari anak saya nan ikut organisasi kereta. Katanya di JIS baru dibuka stasiun. Makanya saya pengin lihat," ujar Sarjono.
Setibanya di lokasi, Sarjono mendapati operasional stasiun tetap terbatas pada satu peron nan melayani perjalanan dari arah Tanjung Priok menuju Jakarta Kota. Kondisi itu membikin penumpang dari arah sebaliknya kudu memutar terlebih dahulu.
"Lebih lezat kan jika dikasih dua peron, nan dari arah Kota ke Priok itu ada peron juga. Kalau satu peron kan kudu ke Priok dulu, jadi dari Priok baru ke sini," kata Sarjono.
Meski mengusulkan penambahan peron pada masa mendatang, Sarjono menilai akomodasi nan tersedia di Stasiun JIS sudah cukup memadai.
"Untuk akomodasi stasiun JIS sih sudah cukup. Dari segi toilet juga bersih, ada musala juga. Kayaknya sih sudah standar, untuk saya sih sudah bagus," tutup Sarjono.
22 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·