SWAP bersiap IPO di BEI dengan sasaran biaya Rp45,22 miliar.(Dok. MI)
PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) bersiap menjadi pendatang baru di sektor kesehatan Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, di kembali rencana penawaran umum perdana saham alias IPO tersebut, ada satu perihal nan bakal menjadi perhatian investor: keahlian perseroan mengubah pertumbuhan pendapatan nan tinggi menjadi laba.
Pada semester I 2026, pendapatan SWAP tumbuh sekitar 77% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, perseroan bisa memangkas kerugian bersih sekitar 82,9%. Meski menunjukkan perbaikan kinerja, SWAP hingga periode tersebut tetap membukukan rugi bersih.
Kondisi itu membikin IPO SWAP tidak hanya menarik dari sisi ekspansi bisnis, tetapi juga menjadi momentum pembuktian apakah pertumbuhan nan dicatat perusahaan dapat bersambung menuju profitabilitas.
Dalam tindakan korporasinya, SWAP menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru alias setara 30,3% dari modal perseroan setelah IPO. Pada masa penawaran awal atau book building 24-27 Agustus 2026, saham SWAP berada pada rentang Rp130-Rp140 per saham.
Jika nilai akhirnya berada pada pemisah atas penawaran awal, perseroan berpotensi menghimpun biaya bruto hingga Rp45,22 miliar. Perseroan menargetkan sahamnya dapat tercatat di BEI pada 10 September 2026, setelah melewati tahapan penawaran umum. Jadwal tersebut tetap berkarakter sugestif dan mengikuti proses serta persetujuan regulator.
Dana hasil IPO bakal digunakan antara lain untuk memperkuat modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, pemasaran, serta pembayaran tanggungjawab perseroan.
Bawa Bisnis Hilirisasi Riset UGM
Selain keahlian keuangan, latar belakang upaya menjadi salah satu pembeda SWAP dibandingkan sejumlah perusahaan kesehatan lainnya.
Perusahaan nan didirikan pada 2012 dan mulai beraksi secara komersial pada 2014 itu dibentuk sebagai motor komersialisasi hasil riset Universitas Gadjah Mada (UGM). Bisnisnya berkembang dari produk herbal hingga manufaktur perangkat kesehatan dan pangan fungsional.
Portofolio SWAP antara lain mencakup produk kesehatan untuk perawatan luka, bedah saraf, kedokteran gigi, hingga support pernapasan. Perseroan juga mengembangkan produk herbal dan pangan fungsional berbasis hasil riset perguruan tinggi.
Model upaya tersebut menempatkan SWAP pada irisan antara aktivitas riset dan komersialisasi produk kesehatan. Tantangannya adalah membawa hasil penemuan tersebut ke skala pasar nan lebih besar sehingga bisa menghasilkan pendapatan berulang.
Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk Bondan Ardiningtyas mengatakan IPO merupakan bagian dari transformasi perusahaan, tidak semata-mata untuk memperoleh pendanaan.
“Bagi kami, IPO bukan sekadar tindakan korporasi untuk memperoleh pendanaan,” kata Bondan dalam keterangannya. Perseroan juga menargetkan penguatan tata kelola, kapabilitas produksi, jaringan distribusi, dan penetrasi pasar setelah mendapatkan akses terhadap pendanaan pasar modal.
Pertumbuhan Tinggi, Laba Masih Ditunggu
Pertumbuhan pendapatan 77% pada enam bulan pertama 2026 menjadi modal krusial SWAP menjelang IPO. Penurunan kerugian bersih sebesar 82,9% juga menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, nomor tersebut sekaligus menyisakan pekerjaan rumah.
Penurunan kerugian belum sama dengan pencapaian laba. Setelah menjadi perusahaan publik, keahlian SWAP menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mengendalikan biaya bakal menjadi salah satu parameter krusial untuk memandang kekuatan esensial bisnisnya.
Pasar juga bakal mencermati sejauh mana biaya IPO bisa mempercepat komersialisasi produk, meningkatkan kapabilitas produksi dan distribusi, serta pada akhirnya memperbaiki arus kas perseroan.
Dengan demikian, daya tarik SWAP menjelang IPO bukan hanya berasal dari statusnya sebagai perusahaan healthcare berbasis riset maupun keterkaitannya dengan ekosistem UGM.
Ujian nan lebih besar justru datang setelah pencatatan saham: apakah lonjakan pendapatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi untung nan konsisten dan upaya nan berkelanjutan. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·