Ilustrasi(Dok Basarnas)
PERAN wanita dalam pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) gambut sangat krusial. Mereka kerap kali dianggap tidak berkekuatan ataupun tidak bisa memberikan akibat pada upaya pemadaman api. Padahal, kesulitan para laki-laki pemadam karhutla bakal berlipat dobel jika para wanita tidak berpartisipasi.
Sari Rahayu merupakan Rescuer nan bekerja di Unit Siaga SAR Dumai turut terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) berbareng personel Unit Siaga SAR Dumai dan Tim SAR Gabungan di Kota Dumai.
Kegiatan pemadaman dilaksanakan di Jl. Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Sari Rahayu berbareng rekan-rekan Unit Siaga SAR Dumai bersinergi dengan unsur TNI, POLRI, BPBD Kota Dumai, dan Manggala Agni untuk melakukan penanganan terhadap titik api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.
Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan dan busana pelindung, personel campuran bergerak di area nan terdampak Karhutla. Kondisi medan nan dipenuhi semak dan vegetasi kering, ditambah kepulan asap, menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melaksanakan pemadaman.
Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja sama dan mengutamakan keselamatan selama berada di lapangan.
Bagi Sari Rahayu, keterlibatannya dalam operasi pemadaman Karhutla merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang rescuer.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan dan tugas kemanusiaan nan dijalankannya tidak dibatasi oleh gender.
“Walaupun saya perempuan, saya seorang rescuer. Karena tugas bagi saya adalah suatu kehormatan,” ujar Sari, Selasa (8/9).
Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa wanita juga mempunyai peran krusial dalam penyelenggaraan operasi kemanusiaan, termasuk ketika kudu turun langsung menghadapi kondisi medan nan penuh tantangan.
Dengan profesionalisme dan semangat pengabdian, Sari berbareng personel lainnya terus menjalankan tugas demi mendukung keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Keterlibatan Srikandi Basarnas dalam operasi tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dalam mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah kerja.
Tidak hanya dalam operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas juga terus membangun sinergi dengan beragam unsur dalam menghadapi musibah dan situasi nan berpotensi membahayakan masyarakat.
Koordinasi dan kerjasama antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan Karhutla. Sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni, serta unsur mengenai lainnya diharapkan bisa mempercepat proses pemadaman dan mencegah api kembali meluas.
Menurutnya, Basarnas Kelas A Pekanbaru bakal terus mendukung setiap upaya penanganan kedaruratan berbareng seluruh unsur mengenai sebagai corak komitmen dalam memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.
“Tugas adalah kehormatan. Pengabdian tidak mengenal batas,” pungkasnya.(RK/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·