Rombongan Jurnalis Belum Ditemukan, Pencarian Berlanjut di Selat Sunda

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat campuran tetap terus berupaya melakukan pencarian lima jurnalis nan lenyap kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kapolda Banten, Irjen Hengki menjelaskan rombongan tersebut sebelumnya tercatat berangkat menuju area Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin (7/9) dan dilaporkan lenyap kontak pada Selasa (8/9).

Ia menyebut sejak info tersebut diterima, tim campuran langsung melakukan upaya pencarian dan hingga hari ini operasi SAR tetap terus dilanjutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak mendapatkan info pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur mengenai lainnya bersama-sama melakukan pencarian," ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/9).

Ia menegaskan bahwa keselamatan personel nan terlibat dalam operasi pencarian juga menjadi perhatian utama. Pihaknya memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia nan dikerahkan dalam operasi tersebut.

"Kita bakal bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita nan sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu nan melakukan pencarian juga kudu menjadi perhatian," tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengaku pemantauan melalui udara tetap belum bisa dilakukan lantaran mempertimbangkan situasi dan kondisi GAK. Hengki menyebut saat ini pencarian tetap difokuskan melalui jalur laut.

"Untuk sampai dengan sekarang belum. Nanti memandang perkembangan hari ini, saya bakal minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga kudu menjadi pertimbangan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan masyarakat dan para pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tidak mendekati area gunung dalam radius nan telah ditetapkan.

"Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi kudu lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau," ingatnya.

Polda Banten telah menyiapkan Posko Antemortem untuk mendukung proses identifikasi rombongan lima wartawan dan tiga kru kapal nan lenyap kontak saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hengki mengatakan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) tersebut disiapkan andaikan nantinya memerlukan proses identifikasi lanjutan.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai corak kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi andaikan diperlukan," jelasnya 

Sebelumnya, speed boat nan membawa lim wartawan nan hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan lenyap kontak di Perairan Selat Sunda, Selasa (8/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator Al Amrad menyampaikan bahwa delapan orang nan berada di dalam speed boat terdiri dari dua awak kapal, seorang pemandu alias guide, serta lima jurnalis.

Awak kapal dalam speedboat itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal; Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) selaku guide

Sementara lima wartawan nan ada di dalam speed boat itu ialah pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu) serta Donal (pewarta lepas/freelance).

(tfq/gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional