Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X geram dengan kekerasan anak di daycare Little Aresha Yogya. Menurutnya tak ada tempat bagi segala corak kekerasan di wilayahnya.
"Harapan saya, itu nan pertama dan terakhir. Karena di Yogya itu kita tidak senang dengan kekerasan," kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (27/4).
Merespons perihal itu, Sultan segera berjumpa dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY besok pagi. Ia memerlukan laporan perincian dari kasus ini.
Selain itu, Sultan juga mendukung abdi negara untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Mereka kan sudah tersangka, polisi sudah melakukan penelitiannya. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses norma nan bertindak saja," katanya.
Anak-anak nan jadi korban juga kudu mendapatkan pengobatan bentuk dan psikis.
"Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal," ujar Ngarsa Dalem.
Sekda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menegaskan daycare tak boleh hanya semata-mata urusan bisnis.
"Ini menjadi perhatian penuh, bukan sekadar komersialisasi. Bagaimana kemudian tanggung jawab dan kepercayaan terhadap usaha-usaha seperti itu kudu dijaga, lantaran nan kita bicarakan ini adalah anak-anak," kata Ni Made.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·