Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur memantau penyelenggaraan SPMB jenjang SMP nan dimulai dibuka pada Rabu (17/6).(MI/BENNY BASTIANDY)
SISTEM penerimaan siswa baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai dilaksanakan per Rabu (17/6). Tak hanya di sekolah berstatus negeri, penerimaan juga dilaksanakan di SMP berstatus swasta.
Pelaksanaan SMPB jejang SMP menjadi atensi DPRD setempat. Para legislator di Komisi IV memantau pelaksanaannya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi, mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan SPMB nan mulai dibuka pada hari ini (Rabu).
"Kami melakukan monitoring dalam rangka SPMB sekaligus pembinaan. Kamu juga mendapatkan masukan dari para kepala sekolah SMP di Subrayon 4 dan 5. Sebelumnya kami melakukan aktivitas serupa di Subrayon 1, 2, 3, 6, dan 7," ungkapnya, di sela monitoring SPMB di SMP Al-Ma'moen di Kecamatan Karangtengah.
Rustam menuturkan, secara umum persiapan SPMB di tingkat SMP melangkah cukup baik dan tidak ditemukan persoalan nan krusial. Para kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa baru dinilai sudah terbiasa melaksanakan sistem pendaftaran secara daring nan didukung jaringan internet nan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Namun, personil DPRD menemukan beragam persoalan mendasar mengenai akomodasi pendidikan. Dari hasil monitoring, tetap banyak sekolah, khususnya SMP negeri, nan kekurangan ruang kelas baru (RKB), belum mempunyai ruang guru, hingga belum mempunyai toilet nan layak.
"Bahkan ada sekolah nan sudah mempunyai toilet, tetapi tidak mempunyai sumber air. Tentu kondisi ini sangat mengganggu proses belajar mengajar," tegasnya.
Selain itu, kepala sekolah swasta juga menyampaikan beragam aspirasi dan kebutuhan sarana prasarana.
Menurut Rustam, sekolah negeri maupun swasta mempunyai tujuan nan sama, ialah mencerdaskan anak bangsa dan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur menurunkan nomor anak tidak sekolah (ATS).
"Tinggal permasalahannya adalah anggaran dan political will dari TAPD serta dinas mengenai untuk menjadikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai prioritas," pungkasnya.
Sampaikan aspirasi
Sementara itu, Kepala SMP Al-Ma'moen, Dede Muharamsyah, mengatakan, kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur tidak hanya menjadi arena silaturahmi, tetapi juga wadah untuk menyampaikan beragam problematika SPMB tahun aliran 2026/2027.
"Kami juga menyampaikan kebutuhan dasar sekolah, baik akomodasi maupun sarana prasarana, terutama kesiapan WC dan gedung nan sudah kudu direhabilitasi. Kebetulan saat ini ada program revitalisasi dan personil Komisi IV bakal mendorong sekolah-sekolah nan memerlukan agar mendapat support setelah dilakukan pemetaan terlebih dulu berbareng MKKS," ujarnya.
Dia berterima kasih hadirnya Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur nan dapat memandang langsung kondisi sekolah swasta. Sekaligus juga memperkuat sinergi antara sekolah swasta dan sekolah negeri mendukung seluruh program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
"Kami mau mengantarkan anak didik menjadi generasi nan saleh, pintar, dan siap membawa Cianjur lebih baik serta lebih maju ke depan," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·