Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya berjumpa dengan sosok di kembali lagu viral "MBG" nan sempat ramai di media sosial.
Momen pertemuan itu dibagikan melalui akun IG Bahlil @melangkahdaritimur.id pada Minggu (31/7). Dalam unggahannya dijelaskan, Bahlil akhirnya sukses berjumpa dengan pembuat lagu tersebut setelah mencarinya selama sekitar tiga bulan.
"Setelah 3 bulan mencari siapa pembuat lagu MBG, akhirnya berjumpa juga ya @vokaliz_netizen, terima kasih untuk karyanya," demikian keterangan unggahan tersebut.
Dalam video itu, Bahlil memperkenalkan sosok pembuat lagu tersebut.
"Kamu tahu lagu MBG nggak?" tanya Bahlil.
"Tahu, Pak," jawab orang di kembali video tersebut.
"Ini nan ciptain ini, baru temukan," tegas Bahlil.
Bahlil kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama berupaya mencari sosok kreator lagu tersebut.
"Saya pernah cari kau sudah lama sekali. Saya lewat beberapa teman-teman untuk ngecek. Bagaimana kepikiran waktu itu kau cipta lagu?" tanya Bahlil ke pembuat lagu.
Sang pembuat menjelaskan lagu itu lahir saat rumor Selat Hormuz di Timur Tengah sedang menjadi perhatian publik. Menurutnya, saat itu dia memandang Bahlil dinilai sukses menjaga nilai bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil sehingga muncul buahpikiran membikin lagu sebagai corak apresiasi.
"Pak Bahlil kan bisa nahan nilai BBM. Jangan hanya dibuat meme aja, kita kudu muji juga jika kerjanya bagus gitu," ujarnya.
Ia mengatakan buahpikiran lirik lagu berasal dari komentar-komentar warganet di kanal YouTube Total Politik nan kemudian dipilih dan disusun menjadi lagu.
Kreator tersebut juga mengungkapkan seluruh proses pembuatan lagu dilakukan menggunakan teknologi kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).
"Pakai AI semuanya. Jadi full AI. Dari suara, dari musik, AI semua. Kalau untuk komen, ya saya pilih-pilih nan cocok-cocok aja," katanya.
Ia menambahkan frasa "bolu ketan" nan sempat viral dalam lagu itu juga berasal dari komentar warganet.
Menanggapi penjelasan tersebut, Bahlil mengaku baru mengetahui bahwa musik hingga bunyi dalam lagu tersebut dibuat menggunakan prompt AI.
Di akhir percakapan, sang pembuat lagu mengaku selama ini memilih tetap anonim meski sempat dihubungi sejumlah pihak, termasuk Nurul Arifin dan DPP Partai Golkar. Namun dia akhirnya bersedia berjumpa setelah mendengar pernyataan Bahlil saat berbincang dengan Raffi Ahmad di Makkah.
"Jadi jika orang nan kita hormati udah bicara apa keinginannya, saya nan muda-muda kan enggak bisa nolak," ujarnya.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·