Sopir Travel Ditembak Mati KKB Sedang Bawa Logistik Warga, Jenazah Dievakuasi

Sedang Trending 33 menit yang lalu
Jakarta -

Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), berjulukan Aris Sanda namalain Tasya, tewas ditembak golongan pidana bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Koops TNI Habema menemukan kendaraan Tasya dalam kondisi terbakar beserta jenazahnya setelah dilaporkan disandera dan ditembak KKB di jalur Wamena menuju Mbua.

Koops TNI Habema menyebut Tasya merupakan pengemudi nan melayani kebutuhan transportasi masyarakat, membawa logistik sekaligus mengangkut penumpang lokal dari Wamena menuju wilayah pedalaman. Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan belasungkawa nan mendalam kepada family korban dan memerintahkan jajarannya segera melaksanakan pemindahan jenazah sesuai prosedur nan berlaku.

Riyanto mengingatkan pemindahan jenazah Tasya kudu tetap mengutamakan keamanan, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap korban. Riyanto juga memerintahkan pengamanan wilayah serta upaya pencarian terhadap para pelaku secara ahli dan terukur untuk penegakan norma dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat prihatin dan bersungkawa atas kejadian ini. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat Papua. Orang-orang seperti inilah nan selama ini membantu kehidupan masyarakat di pedalaman. Kekerasan terhadap penduduk sipil tidak dapat dibenarkan, dan para pelaku kudu mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai norma nan berlaku," kata Riyanto dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026)

Menurut Riyanto, pembunuhan terhadap Tasya mengganggu kehidupan masyarakat Papua. Jalur transportasi menuju wilayah pedalaman dinilai merupakan akses krusial bagi pengedaran bahan makanan, kebutuhan sehari-hari, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat.

Riyanto telah menginstruksikan seluruh jejeran di wilayah operasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan masyarakat, terutama pada jalur transportasi dan ruang-ruang pelayanan publik nan menjadi bagian krusial kehidupan masyarakat.

"Penekanan ini tidak hanya bertindak di letak kejadian. Di wilayah lainnya pun saya perintahkan seluruh jejeran meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan masyarakat. Jangan berikan ruang bagi kekerasan nan menakut-nakuti penduduk sipil, pengemudi, guru, tenaga kesehatan, pekerja, maupun siapa pun nan sedang melayani masyarakat. Setiap gangguan kudu ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai hukum," tegas Riyanto.

Riyanto mengatakan Koops TNI Habema bakal terus bersinergi dengan abdi negara keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Papua untuk menjaga selutuh wilayah agar tidak berubah menjadi ruang kekerasan.

Tasya diketahui tewas ditembak KKB di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan dalam mobil nan terbakar.

"Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Rabu (16/9).

Saat ini proses pemindahan jenazah berjalan sembari mempertimbangkan keamanan di lokasi. Informasi nan diterima, korban diduga dibunuh oleh OPM sebelum mayatnya ditemukan dalam mobil.

"Aris Sanda namalain Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh golongan bersenjata OPM Kodap II Ndugama nan mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

(rfs/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News