Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 18 Februari 2026 |18:48 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi soal belum adanya kepastian penggunaan APBN untuk bayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh senilai Rp1,2 triliun per tahun.
Purbaya menekankan belum ada perintah dari level pelaksana untuk mengandalkan APBN demi bayar utang proyek Whoosh. Sampai sekarang, dia tetap menunggu petunjuk dan perintah.
"Belum ada petunjuk unik dari Presiden (Prabowo)," kata Purbaya di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Purbaya, skema pembayaran utang proyek Whoosh belum ada nan jelas, termasuk dari penggunaan anggaran dari Danantara nan menghimpun dividen BUMN.
"Adanya dari Rosan (CEO Danantara), itu kan belum clear. Saya jika ada petunjuk presiden saya kerjain, sekarang belum. Paling enggak, ada tapi belum firm," katanya.
Soal wacana penggunaan APBN untuk menambal utang proyek Whoosh dinilai tidak tepat. Kepada IDX Channel, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mewanti-wanti pembayaran utang proyek nan dibangun era Presiden RI ke-7 Joko Widodo ini sepatutnya tak dibebankan penuh oleh APBN. Sebab, ruang fiskal Indonesia bakal terguncang dengan menanggung semua utang nan berjumlah sekitar Rp120 triliun tersebut.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·