
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tetap mengkaji rencana penjualan listrik ke Singapura. Pasalnya masih mencari nilai nan dianggap bisa saling menguntungkan kedua negara.
Bahlil mengatakan, pembahasan mengenai kerja sama ekspor listrik menjadi salah satu agenda dalam komunikasi bilateral negara-negara ASEAN di sela penyelenggaraan KTT ASEAN di Filipina beberapa waktu lalu.
"Singapura juga meminta kerja sama. Ini sebenarnya buahpikiran nan bagus selama saling menguntungkan," ujar Bahlil dikutip, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan pemerintah tidak mau kerja sama ekspor listrik justru merugikan kepentingan nasional. Karena itu, seluruh aspek upaya dan keekonomian proyek tetap dihitung secara mendalam sebelum keputusan final diambil.
"Untuk Singapura, kita juga bakal ekspor, tapi juga kudu cengli. Selama belum ada pembicaraan win-win solution, maka perlu kajian lebih mendalam," tegas Bahlil.
Pada kesempatan tersebut, Ia itu mengatakan konsep interkoneksi listrik alias power grid ASEAN saat ini terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan daya area di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Indonesia sendiri telah membangun jaringan listrik dengan Malaysia dan dalam tahap pengembangan konektivitas menuju Filipina. Dalam skema tersebut, Indonesia menyalurkan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kalimantan sekaligus melakukan impor listrik dari Malaysia pada kondisi tertentu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·