Smart City IKN Dapat Suntikan Rp41,7 Miliar dari AS

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Smart City IKN Dapat Suntikan Rp41,7 Miliar dari AS

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan hibah senilai USD2,49 juta alias sekitar Rp41,7 miliar untuk mendukung pengembangan prasarana IKN. (Foto: Okezone.com/OIKN)

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan hibah senilai USD2,49 juta alias sekitar Rp41,7 miliar untuk mendukung pengembangan prasarana teknologi digital di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Dana ini bakal digunakan untuk memperkuat asistensi teknis dalam penerapan solusi Smart City di IKN.

Kucuran biaya hibah dari US Trade and Development Agency (USTDA) tertuang dalam kesepakatan kedua negara nan diteken pada Selasa (25/2/2026) di Kantor Otorita IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan fondasi utama pembangunan Nusantara.

“Visi kami jelas: Nusantara kudu menjadi kota nan hijau, berkelanjutan, dan secara esensial cerdas,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan cetak biru Smart City IKN nan terintegrasi, siap investasi, dan implementatif guna mempercepat transformasi Nusantara sebagai kota cerdas, berkelanjutan, dan menarik bagi penanammodal global.

Asistensi teknis ini bakal menghasilkan arsip strategis dan teknis nan meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan penerapan Smart City IKN melangkah terstruktur, transparan, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, menjelaskan visi jangka panjang mengenai pengembangan kota kognitif, nan juga bakal diterapkan di IKN. Menurutnya, Nusantara mempunyai kesempatan untuk berevolusi lebih dari sekadar kota pandai menjadi Cognitive City.

“Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota kudu beranjak dari prasarana digital tetap menuju sistem kepintaran adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi bakal memainkan peran krusial dalam membentuk langkah kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta jasa publik. Nusantara berpotensi menjadi model rujukan dunia bagi paradigma perkotaan berbasis kepintaran ini,” ujar Subhranshu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com