SKK Migas Targetkan Groundbreaking Proyek Gas Raksasa RI Bulan Ini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan penyelenggaraan peletakan batu pertama alias groundbreaking proyek gas "raksasa" Blok Masela di Maluku, dapat dilakukan pada Juni 2026.

Namun, perihal tersebut tetap berjuntai pada penyelesaian proses tukar rugi tanam tumbuh bagi masyarakat terdampak.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, saat ini proses penilaian tukar rugi tetap berjalan dan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), serta Tim Terpadu (Timdu).

"Setelah penyelesaian tukar rugi tanam tumbuh untuk masyarakat ya, lagi diproses sama KJPP ya sama Timdu, kelak jika udah selesai laporannya, terus pada saat ke sana langsung tukar rugi sekalian pembayaran, semuanya, groundbreaking," kata Djoko saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Djoko menegaskan bahwa agenda groundbreaking sangat berjuntai pada rampungnya proses inventarisasi dan penetapan nilai tukar rugi lahan. Menurutnya, kepemilikan lahan di area proyek cukup beragam, mulai dari masyarakat langsung hingga pihak perusahaan nan sebelumnya telah membeli lahan dari warga.

"Kalau nan dimiliki seluruh masyarakat kan lezat satu angka. Kan kadang ada tanah masyarakat nan sudah dibeli perusahaan. Nah dulu belinya berapa, sekarang tukar ruginya berapa. Pasti ngambil sesuatu kan? Tapi jangan gede-gede lah. Tunggu hasil Timdu lah," kata Djoko.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan persediaan gas terbesar di Indonesia nan terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter.

Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas. Proyek gas nan dioperasikan Inpex Masela Ltd ini diperkirakan bakal menelan biaya sebesar US$ 20 miliar alias sekitar Rp 359 triliun (asumsi kurs Rp 17.940 per US$).

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela nan ditandatangani pada 1998 lampau dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari (bph).

Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) nan mempunyai kompleksitas tinggi dan akibat besar mencakup pengeboran deepwater, akomodasi subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant bakal menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News