Skema Tadpole Pinjol Disorot, Begini Hitung-hitungan Pinjamannya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |12:45 WIB

Skema Tadpole Pinjol Disorot, Begini Hitung-hitungan Pinjamannya

Skema Tadpole dalam pinjaman daring (pindar) dinilai merugikan peminjam lantaran membebankan angsuran lebih besar pada awal periode pinjaman. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Skema Tadpole dalam pinjaman daring (pindar) dinilai merugikan peminjam lantaran membebankan angsuran lebih besar pada awal periode pinjaman. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip perlindungan konsumen, mengingat masyarakat nan mengakses pinjaman umumnya berada dalam kondisi memerlukan dana.

Anggota Komisi X DPR RI Harris Turino menyoroti pola pembayaran dalam skema Tadpole nan membikin tanggungjawab peminjam sangat besar pada awal masa pinjaman, kemudian semakin mini pada periode berikutnya. Menurut Harris, kemudahan akses pinjaman daring kudu diikuti dengan tanggung jawab penyelenggara dan regulator untuk memastikan produk pinjaman ditawarkan secara transparan, adil, dan tidak mengeksploitasi masyarakat nan sedang memerlukan dana.

“Jadi, skema Tadpole itu adalah kewajibannya dari pinjaman itu di awal dibebankan besar sekali, baru kemudian di belakangnya kecil. Saya memandang persoalan ini bukan semata-mata soal pinjaman online saja, tetapi persoalan ini adalah persoalan perlindungan konsumen dan integritas dari industri jasa keuangan,” tegas Harris, Senin (7/9/2026).

Senada dengan Harris, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai skema Tadpole tidak setara bagi peminjam. Menurutnya, masyarakat nan mengusulkan pinjaman pada dasarnya memerlukan biaya lantaran tidak mempunyai duit nan cukup pada saat tersebut. Ketika peminjam justru diwajibkan bayar angsuran dalam jumlah besar pada awal periode, faedah biaya nan diperoleh menjadi relatif lebih kecil.

“Skema Tadpole sudah dibatasi oleh OJK lantaran memang tidak fair terhadap borrower. Borrower ketika meminjam ya sudah pasti lantaran tidak mempunyai duit di awal. Ketika kudu bayar lebih besar di awal, maka nan didapatkan bakal relatif lebih sedikit. Bagi konsumen itu tentu sangat memberatkan ketika dibebankan di awal. Pinjaman daring semestinya memberikan skema nan setara bagi konsumen,” ujar Nailul.

Nailul menjelaskan, skema Tadpole sebenarnya digunakan penyelenggara untuk mengurangi akibat kandas bayar pada akhir periode pinjaman. Dengan membebankan angsuran lebih besar di awal, perusahaan dapat memastikan sebagian besar tanggungjawab peminjam telah dibayarkan sebelum memasuki masa akhir pinjaman.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑