Siswi SMA di Tangsel diterima di tujuh univesitas ternama dunia

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kalya, siswi lulusan SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, sukses diterima di tujuh perguruan tinggi terkemuka bumi pada seleksi masuk tahun aliran 2026/2027.

Keterangan resmi SMA Bina Nusantara (Binus) Serpong, di Jakarta, Senin, menyebutkan, tujuh perguruan tinggi tersebut yakni University College London (UCL), King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, The Hong Kong Polytechnic University, The University of Hong Kong, serta Universitas Indonesia.

"Semua berasal saat saya masuk SMP dan sering memandang senior nan membuka surat penerimaan kampus mereka. Dari situlah saya terinspirasi untuk bisa seperti mereka," kata Kalya.

Kalya menyebut motivasinya semakin menguat setelah dirinya terpilih menjadi delegasi dalam program studi banding Immersion pada 2025, nan memberinya kesempatan untuk mengunjungi sejumlah universitas terkemuka di Inggris.

"Saya betul-betul antusias berada di sana dan sangat mau bisa belajar di universitas-universitas itu," lanjut dia.

Kalya mengaku perihal ini seperti mimpi nan menjadi realita karena ini adalah pencapaian nan tidak hanya luar biasa secara kuantitas, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik dan karakter nan telah dia bangun selama bertahun-tahun.

Menurut dia, di antara seluruh universitas nan menerimanya, University College London (UCL) menjadi salah satu nan paling memukau.

UCL secara konsisten menduduki posisi 10 besar universitas terbaik di bumi berasas beragam ranking internasional, menjadikannya salah satu tujuan studi paling kompetitif di Inggris.

Sementara itu, Kyoto University merupakan universitas terbaik kedua di Jepang dan salah satu lembaga riset paling prestisius di Asia.

Namun demikian, Kalya mengaku perjalanan menuju prestasi gemilang ini tidaklah selalu mulus.

Ia mengakui bahwa dirinya pernah ada di masa takut dengan kegagalan nan membuatnya memilih untuk tidak banyak berperan-serta dalam aktivitas sekolah.

"Di kelas sepuluh, saya mulai keluar dari area nyaman saya dan mulai mengambil lebih banyak kesempatan nan ada, seperti aktif di klub sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah dan beragam perihal lainnya. Dan dari situ saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu nan kudu ditakuti, melainkan sesuatu nan bisa dijadikan bahan refleksi dan pelajaran untuk masa depan," ujar Kalya.

Menanggapi perihal ini, Kepala Sekolah tingkat SMP/SMA Binus School Serpong, Corey Allison, menyampaikan Kalya adalah gambaran bahwa setiap siswa mempunyai potensi luar biasa nan perlu dirawat dengan pendidikan nan tepat.

"Kalya telah membuktikan bahwa perpaduan antara kerja keras, support sekolah, dan tekad nan kuat bisa membuka pintu menuju universitas terbaik di dunia," kata Corey.

Baik Corey maupun Kalya belum merinci, dari tujuh perguruan tinggi itu mana nan hendak dipilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional