Siswa SMK di Samarinda Meninggal, Sempat Ngeluh Pakai Sepatu Kekecilan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Mandala Rizky Syaputra, siswa SMK Kelas XI di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah mengalami sakit di bagian kaki. Kabar duka tersebut viral di media sosial lantaran Mandala sebelumnya mengeluh memakai sepatu kekecilan.

Pihak sekolah dari SMKN 4 Samarinda melalui akun Instagramnya dikutip, Selasa (5/5/2026) menyampaikan duka cita nan mendalam atas meninggalnya Mandala. Pihak sekolah lampau menyampaikan kronologi mengenai meninggalnya Mandala.

"Segenap family besar SMK 4 turut bersungkawa cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 nan kami cintai. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami mau berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati nan terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama," tulis SMKN 4

Pihak sekolah menyebut Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas sejak kelas X. Kata pihak sekolah, support diberikan kepada Mandala berupa seragam jurusan, perlengkapan sekolah, sembako, hingga duit sewa kontrakan.

"Sejak kelas X (sepuluh), Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam bidang dan perlengkapan sekolah sudah diberikan, Selain itu support sembako sering juga diberikan, apalagi jika ada hambatan dengan duit sewa kontrakan pun dimintai bantuan," tulisnya.

Pada 1 April lalu, Mandala tetap datang mengikuti pelajaran tapi dengan wajah nan tampak pucat. Guru PKN saat itu, kata pihak sekolah, menyarankan Mandala untuk rehat di rumah.

"Mandala hadir, tapi wajahnya pucat. Guru PKn langsung menyarankannya untuk beristirahat di rumah lantaran kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan," tulisnya.

Sejak saat itu, Mandala tidak pernah datang lagi mengikuti pelajaran. Sang ibu, kata pihak sekolah, lampau datang ke sekolah meminta support duit Rp 1.100.000 untuk biaya pengobatan Mandala.

Lalu, pada 20 April, pihak sekolah menerima pesan dari Mandala melalui Whatsapp. Mandala mengirimkan foto kakinya nan mulai membengkak.

"Mandala mengirim foto kakinya nan mulai bengkak ke wali kelas. la kembali meminta support biaya dan mencantumkan nomor rekening," tulisnya.

Pihak sekolah berangkat menjenguk Mandala di rumahnya pada 21 April. Kondisi Mandala saat itu, kata pihak sekolah, terlihat lemah, bunyi kecil, tapi family tidak mempunyai BPJS untuk berobat.

Lalu keesokan harinya sekolah mendapat berita bengkak di kaki Mandala mulai kempes. Pihak sekolah berjamu lagi ke rumah Mandala dan memberikan bantuan.

Dalam kunjungan ini, ibu dari Mandala menyampaikan ke pihak sekolah bahwa sepatu anaknya sudah tidak muat dipakai. Mandala pernah mengeluh tapi sang ibu melarang menceritakan itu ke pihak sekolah.

"Saat kunjungan ini, Ibu Mandala baru menyampaikan bahwa sepatu anaknya sudah tak muat dipakai. Mandala pernah mengeluh soal itu kepada ibunya, tapi ibunya sendiri mengakui bahwa dia melarang Mandala bercerita ke sekolah alias teman-teman. "Jangan sampai orang tahu kita kesusahan," pesan itu nan sering disampaikan Ibunya kepada Mandala," ujarnya.

Mendengar itu, kata pihak sekolah, wali kelas berbareng teman-teman bakal memberikan sepatu baru untuk Mandala. Namun pada 24 April, sekolah mendapat berita duka Mandala telah berpulang.

"Jumat, 24 April 2026, sebelum semua rencana support itu terlaksana, berita duka datang. Jumat awal hari kakak Mandala mengabarkan melalui WhatsApps kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia. Kakaknya juga memberitahukan bahwa tidak ada biaya untuk pemulasaran jenazah," tulisnya.

(whn/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News