Mandala (16), siswa SMK nan meninggal bumi usai mengalami sakit pada kakinya sempat mengalami kondisi kesehatan nan kian memburuk. Tubuhnya semakin kurus akibat peradangan di kakinya.
Bengkak dikaki itu diduga akibat penggunaan sepatu sekolah nan tidak sesuai ukuran alias kekecilan. Ukuran sepatu Mandala harusnya 45 tetapi dia tetap memakai sepatu nomor 43 lantaran tidak punya duit untuk membeli sepatu baru.
Keluarga juga tidak membawa Mandala ke rumah sakit lantaran keterbatasan biaya. Ia hanya dirawat seadanya.
“Tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Katanya terkendala biaya dan BPJS juga menunggak,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zinnun, Selasa (5/5).
Ibu korban diketahui berdagang makanan ringan secara keliling dengan melangkah kaki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dalam kondisi tertentu, family hanya bisa makan satu kali sehari.
Rina juga menyebut bahwa pihak sekolah sempat memberikan support kepada korban, baik sebelum maupun setelah meninggal dunia. Bantuan tersebut antara lain berupa biaya serta akomodasi ambulans hingga proses pemakaman.
Namun, mengenai support sebelumnya untuk pengobatan alternatif, Rina mengaku tidak terlibat langsung lantaran peristiwa tersebut telah berjalan cukup lama.
Menurut Rina, penyebab pasti kematian korban tidak dapat dipastikan secara medis lantaran tidak ada pemeriksaan lanjutan. Namun, dia menyoroti rangkaian kondisi nan berasal dari perihal sederhana hingga berujung fatal.
“Bukan berfaedah sepatu sempit langsung menyebabkan kematian, tetapi dari situ muncul masalah kesehatan lain nan tidak tertangani,” tegasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·