Polisi mengungkapkan motif pelajar berinisial R (17) membawa bom rakitan nan diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar). R kerap menjadi korban bullying teman-temannya.
"Iya betul korban bullying lantaran tekanan ilmu jiwa sering jadi objek hinaan teman-temannya ya, dia melakukan seperti itu," ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombes Rosya menjelaskan R merasa kerap menjadi korban bullying teman-temannya. Sehingga menimbulkan masalah psikologis terhadap R.
"Dia (R) merasa dirinya kerap menjadi objek bully sama teman-temannya. Jadi masalah psikologis nan mendalam lantaran menjadi korban bullying," ungkapnya.
Polisi konsentrasi untuk melakukan pemulihan terhadap R. Saat ini R telah dibawa ke Polresta Padang guna penyelidikan lebih lanjut.
"Kita konsentrasi pemulihan anak lantaran si anak melakukan itu bukan jaringan seperti nan kita pikirkan ya. Dan kita melakukan pemulihan-pemulihan ke arah lain takut terpapar lebih parah pokonya mengamankan dulu sembari diperiksa," tuturnya.
Terpengaruh Kasus SMAN 72
Jubir Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka mengatakan R belajar merakit peledak dari internet. R terinspirasi dari kasus SMAN 72 Jakarta.
"Terduga juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa peledak di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025," ucapnya.
Berdasarkan keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit secara berdikari menggunakan bahan-bahan nan diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.
"Pelaku juga mengaku telah berasosiasi dalam sejumlah grup daring nan membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut tetap dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh abdi negara penegak hukum," kata Mayndra.
Kronologi Ledakan
Ledakan terjadi pada Selasa (14/7) di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Polda Sumatera Baratbersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendalami kasus tersebut.
"Meledak sekali, di samping kelas. Tidak ada korban," ungkapnya.
Mayndra menjelaskan peralatan nan diduga merupakan peledak rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Setelah itu sekolah langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa peralatan lainnya," ungkapnya.
Setelah menelusuri, polisi melakukan penanganan awal terhadap R. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, barang-barang tersebut diduga dimiliki R.
"Identitas korban nan disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan tetap memerlukan pendalaman," ucapnya.
Tidak ada korban jiwa mengenai kejadian tersebut. R dan peralatan bukti telah diamankan pihak kepolisian. Densus 88 beserta Polda Sumbar meminta keterangan saksi-saksi guna pendalaman kasus tersebut.
(dvp/maa)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·