Ilustrasi.(Magnific)
ERIC Verdin menghabiskan hari-harinya memikirkan sesuatu nan dihindari banyak orang: penuaan. Sebagai Presiden dan CEO Buck Institute for Research on Aging di Novato, dia memimpin salah satu pusat penelitian terkemuka di Amerika Serikat nan didedikasikan untuk memahami kenapa manusia menua dan gimana melakukannya dengan lebih baik.
Dalam pandangan Verdin, istilah penuaan kini mulai bergeser menjadi longevity atau umur panjang. Namun, dia menekankan bahwa tujuannya bukan sekadar menambah jumlah tahun hidup, melainkan memperpanjang health span--masa di mana seseorang tetap aktif, mandiri, dan bebas dari penyakit serius.
Sistem Imun: Kunci Prediktor Kematian
Penelitian Verdin berfokus pada sistem imun. Berdasarkan studi terbaru dari Stanford, setiap organ tubuh menua dengan kecepatan nan berbeda. Namun, ada dua organ nan paling jeli dalam memprediksi mortalitas alias akibat kematian: sistem imun dan otak.
"Sistem imun adalah organ nan terdistribusi. Sel imun ada di mana-mana di tubuh Anda. Ketika sistem imun bermasalah, perihal itu memengaruhi setiap organ lain," jelas Verdin. Hal ini menjadikan penuaan imun sebagai komponen kritis dalam keseluruhan proses penuaan manusia.
Nutrisi dan Mikrobioma Gut
Verdin menyoroti hubungan erat antara nutrisi dan sistem imun. Sekitar separuh dari sistem imun manusia terletak di tembok usus untuk menjaga triliunan kuman (mikrobioma) agar tidak masuk ke dalam tubuh. Oleh lantaran itu, apa nan kita makan memberikan sinyal langsung pada sistem imun.
Beberapa poin krusial mengenai nutrisi nan disampaikan Verdin antara lain:
- Kekurangan Serat: Kebanyakan orang tidak mengonsumsi cukup serat. Verdin menyarankan konsumsi serat hingga lima kali lipat dari jumlah rata-rata saat ini.
- Prebiotik vs Probiotik: Alih-alih mengandalkan suplemen probiotik, dia menyarankan konsumsi prebiotik (serat nan mendukung kuman baik) dan post-biotik (makanan fermentasi seperti sauerkraut, kombucha, yogurt, dan kimchi).
Olahraga sebagai Investasi Masa Depan
Selain diet, olahraga adalah rutinitas harian Verdin untuk menjaga sistem imun. Menariknya, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa faedah olahraga dapat ditransfer melalui mikrobioma. Artinya, olahraga secara langsung mengubah komposisi kuman usus ke arah nan lebih sehat.
"Olahraga terbaik adalah olahraga nan bisa Anda lakukan secara konsisten," katanya. Baik itu melangkah kaki, berkebun, alias berlari, kuncinya adalah keberlanjutan (sustainability).
Tidak Ada Kata Terlambat
Bagi mereka nan berada di usia 50-an hingga 80-an, Verdin menganalogikan kesehatan seperti rekening bank. Semakin awal Anda menabung (memulai rutinitas sehat), semakin besar modal nan Anda miliki saat pensiun. Namun, dia menegaskan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai.
Ia mencontohkan seorang laki-laki berumur 72 tahun nan baru mulai berlatih dayung dan sukses menjadi juara bumi pada usia 92 tahun. "Kuncinya adalah tidak ada resep standar untuk semua orang. Anda kudu menemukan sesuatu nan memberi Anda kegembiraan," pungkasnya.
Saat ini, pengetahuan pengetahuan tentang penuaan telah bergeser dari sekadar observasi menjadi sains intervensi berkah adanya biomarker penuaan nan memungkinkan para mahir mengukur seberapa sigap seseorang menua dan menentukan langkah intervensi nan tepat. (San Fransisco Chronicle/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·