Sinopsis Toy Story 5: Ketika Mainan Tradisional Bertarung Melawan Dominasi Gadget

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Ketika Mainan Tradisional Bertarung Melawan Dominasi Gadget Sinopsis Toy Story 5(Dok. Disney)

WOODY, Buzz Lightyear, Jessie, dan seluruh geng mainan ikonik Pixar bakal kembali dalam petualangan terbaru mereka di Toy Story 5. Kali ini, tantangan nan mereka hadapi bukan lagi pemilik nan beranjak dewasa, melainkan ancaman eksistensial dari kemajuan teknologi digital nan mulai mendominasi bumi anak-anak.

Berlatar di rumah Bonnie, kehidupan para mainan nan tenang mulai terusik dengan kehadiran Lilypad. Lilypad adalah sebuah tablet baru berbentuk katak nan dirancang untuk menarik perhatian anak-anak. Dengan kecanggihannya, Lilypad merasa mempunyai ide-ide terbaik untuk menghibur Bonnie, nan secara perlahan membikin peran mainan tradisional mulai terpinggirkan.

Sinopsis Toys Story 5

Film ini mengusung tema sentral Toy meets Tech, nan memotret realitas sosial saat ini di mana anak-anak lebih tertarik pada layar dan perangkat elektronik dibandingkan bermain dengan mainan fisik. Kehadiran Lilypad memicu krisis identitas di kalangan para mainan; mereka merasa "pekerjaan" utama mereka sebagai kawan bermain mulai tergeser oleh ketergantungan pada gadget.

Woody, nan pada movie sebelumnya telah memilih jalannya sendiri, dikabarkan bakal kembali turun tangan. Ia kembali untuk membantu teman-temannya setelah mendengar bahwa geng mainan Bonnie sedang berada dalam masalah besar akibat persaingan dengan teknologi tersebut.

Eksplorasi Imajinasi vs Layar

Secara garis besar, Toy Story 5 bakal mengeksplorasi persaingan antara khayalan murni nan ditawarkan oleh mainan bentuk melawan stimulasi instan dari teknologi. Meski menghadapi rumor nan cukup serius dan relevan dengan era sekarang, Pixar tetap menjanjikan nuansa petualangan nan seru, lawakyang segar, serta kedalaman emosi nan selama ini menjadi karakter unik waralaba ini.

Para fans bakal diajak memandang gimana Woody dan kawan-kawan beradaptasi di era digital, sekaligus membuktikan bahwa ikatan antara seorang anak dan mainan kesayangannya tidak bakal pernah bisa sepenuhnya digantikan oleh algoritma alias layar sentuh. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia